Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kubuat Suamiku Lumpuh

Kubuat Suamiku Lumpuh

Kutatap wajah ibu yang pucat lalu menyentuh lengannya yang terasa kaku dan dingin. "Bangunlah, Bu, Yuli minta maaf." Beberapa kali kubisikan kata itu di dekat telinganya, dan jika kuamati sepertinya ajal ibu tak lama lagi. Banyak sekali penyakit yang menggerogoti tubuh ibu, dari mulai darah tinggi, diabetes, jantung dan entah apalagi karena aku tak mengingatnya, ia harus hidup sehat dan juga memiliki pikiran yang tenang.
1043.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 992 kali sebagai foto ibu sakit
Baca
+Pustaka
Aku Bukanlah Prioritasmu

Aku Bukanlah Prioritasmu

Meisy kembali memposting status di media sosial…. Dalam foto itu, dia mengenakan pakaian rumah sakit, duduk dengan penampilan menyedihkan di bangku rumah sakit sambil memegang perutnya. Captionnya, [Malam ini sungguh menakutkan. Ibu hamil sepertiku didorong di depan umum. Untungnya anakku baik-baik saja! Namun, seseorang meninggalkan semua pekerjaannya dan bergegas datang untuk menemaniku. Aku benar-benar nggak tahu bagaimana harus berterima kasih padanya.]
4.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai foto ibu sakit
Baca
+Pustaka
Hasrat Liar Sahabat Suami

Hasrat Liar Sahabat Suami

Ia sudah merasa sedikit lega, meski tubuhnya masih lemas dan enggan berbicara. “Kamu sakit?” tanya Fabio lagi. Kekhawatiran jelas tergambar di wajahnya. Rani tak berani menoleh ke arah Fabio. Namun senyum kecil di wajah Ibu Rani terlihat seperti sedang menyimpan sesuatu. “Enggak apa-apa, Nak Fabio. Biasalah. Rani memang lagi sering sakit,” kata ibunya, melirik Rani dengan tatapan menggoda.
104.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai foto ibu sakit
Baca
+Pustaka
WANITA YANG MERINDUKAN SURGA

WANITA YANG MERINDUKAN SURGA

Kami berjalan menuju ke kamar ibu, saat bulek membuka pintu kamar tersebut nampak sosok wanita yang aku rindukan itu sedang duduk bersandar di sandaran tempat tidur. Wajahnya tirus dan terlihat pucat, tubuhnya juga nampak lemah dan tidak berisi seperti dulu saat aku tinggalkan. Apakah ibu sudah merasakan sakit sejak lama dan hanya mengabaikannya, lalu baru sekarang beliau merasakan sakitnya? "Ibu ... Maafkan Riri yang tidak pernah pulang dan menemuimu," ujarku sambil menghamburkan kepadanya.
1015.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 325 kali sebagai foto ibu sakit
Baca
+Pustaka
A Wife's Diary

A Wife's Diary

Menatap cucunya satu persatu. "Ibu sakit?" Tanya Mas Fadil sambil mencium tangan ibunya dan memeluknya. "Udah baikan, kemarin pusing, darah tinggi," jawab ibu dengan seulas senyum. Raut mukanya tampak berseri melihat kami datang. Walau bagaimanapun wanita itu pun pasti turut bahagia karena rumah tangga anaknya berhasil terselamatkan. Ibu masih sama seperti dulu. Tubuhnya yang berisi sedikit menutup keriput di bagian telapak tangan dan pergelangan tangan.
7.712.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 402 kali sebagai foto ibu sakit
Baca
+Pustaka
Jatah Bulanan Ibu Mertuaku

Jatah Bulanan Ibu Mertuaku

Ibu lebih banyak berfoto-foto ria dengan teman-temannya untuk dipajang di sosmed masing-masing. Mereka juga menjadikan senam sebagai ajang bergaya, dan juga pamer sepatu yang harganya setara dengan 3 bulan SPP Bagas. "Sudah cukup! Kalian nggak usah ribut, ini rumah sakit," ucap Mas Pamuji melerai. "Pokoknya gara-gara kamu ibu jadi sakit, puas kamu!" ucap Nurma, dia langsung berbalik dan kembali masuk ke ruangan.
75.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 197 kali sebagai foto ibu sakit
Baca
+Pustaka
Suka Duka Ibu Tunggal

Suka Duka Ibu Tunggal

Setelah Orlando dibawa pergi, aku juga dibawa ke rumah sakit. Tubuhku telah disuntik cairan dan aku harus melewatinya sendiri agar bisa sembuh sepenuhnya. Saat dirawat di rumah sakit, Yuri datang menjengukku. Sebenarnya, dia adalah adik perempuan dari suamiku.
4.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 165 kali sebagai foto ibu sakit
Baca
+Pustaka
Ratu Pinjol

Ratu Pinjol

Seperti biasa, aku membentangkan karpet di lantai. Aku duduk di atasnya, sedangkan Dita tiduran dengan berbantalkan paha kananku. Sementara Ismi duduk berhadapan denganku. "Kamu mau minta bantuan apa, Is?" tanyaku tanpa berbasa-basi. "Aku mau minta tolong sama kamu, Din. Ibuku masuk ruang ICU karena kondisinya semakin drop. Beliau memiliki penyakit kelainan jantung," ucap Ismi sambil menangis tersedu.
2.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai foto ibu sakit
Baca
+Pustaka
Noda Di Balik Cadar sang Ustadzah

Noda Di Balik Cadar sang Ustadzah

teriak Fatih panik melihat Ibunya kesakitan. Cklek! "Ra! Fatih!" teriak Mama Sofiya sambil berlari memegangi tangan Zahra yang tengah memeluk perutnya sendiri. "S—sakit, Mah!" rintih Zahra yang sudah memutih. Mama Sofiya yang melihat Zahra sangat pucat mulai panik dan menuntun menuju ranjangnya lagi. Membantu Zahra membaringkan tubuh, namun sakit itu teramat sangat hingga Zahra tak kuat berbaring.
1028.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 928 kali sebagai foto ibu sakit
Baca
+Pustaka
Di Antara Dua (Istri)

Di Antara Dua (Istri)

Keesokan hari. Ternyata, Ibu mertua mengalami stroke karena hentakan hipertensi serta kepalanya mengalami gegar otak karena benturan saat dia jatuh karena syok. Baguslah, tanpa menyentuhnya, aku bisa membalasnya. Pagi pagi tadi Mas Nabil mengirim foto ibunya yang dirawat, wanita itu terkapar dengan selang-selang yang terpasang di wajah dan tubuhnya. Dia nampak memperihatinkan.
1065.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai foto ibu sakit
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status