LELAKI YANG KUPANGGIL BAPAK
“Sudahlah! Nggak seberapa juga, yang penting Bapak mengizinkan aku pergi sama kamu, itu sudah cukup,“ sahut Dokter Darel sambil membukakan pintu mobil untukku.
***
Sesampainya di lapas, Dika sudah ada di sana. Rupanya, Dokter Darel juga menghubungi Dika. Dika sudah duduk bersama Ibu di ruang besuk tahanan. Ada sedikit lebam di bawah mata kanan Ibu.
“Wajah Ibu kenapa?“ tanyaku begitu aku berhadapan langsung dengan Ibu.
“Nggakpapa. Cuma terbentur,“ jawab Ibu singkat.
“Ibuk bohong, Vi!“ sahut Dika. “Ibuk pasti berantem,“ imbuhnya.
“Sudahlah! Namanya juga hidup di penjara, Ibu harus berani menerima semua konsekuensinya. Besok juga lebamnya hilang,“ ucap Ibu.
Hot Chapters