SEHARUSNYA KAU IKUT MATI
Desa Muara Ujung yang awalnya ramai, penuh dengan canda tawa, penuh dengan rasa semangat dari orang-orang yang hidupnya kembali ke titik nol di tempat ini, kini harus terusir oleh apa yang keluargaku lakukan.
Haaaaaahhh
Aku menghela nafas panjang, tepat ketika aku menyelesaikan pekerjaanku sekarang, aku menurunkan cangkul yang aku bawa di tanah, dan memandang sebuah pekerjaan yang aku lakukan.
Terlihat, ada lima buah makam baru dengan empat jenazah di dalamnya yang kini tertidur selamanya di tanah ini. Sebuah pemakaman yang sederhana yang semuanya dilakukan olehku sendiri sekarang.
Hot Chapters