KUNTILANAK MERAH
Piring nasi goreng arwah-nya masih utuh, dengan sendok yang melayang sebentar di udara sebelum jatuh ke lantai.
—
Ucup menjatuhkan sendoknya. “Gua… gua nggak halu kan?”
Raka menelan ludah. “Itu… nasi goreng apa sih sebenernya?”
Bu Sri, tanpa panik, mengambil piring kosong dari meja pria tadi, membungkusnya dengan kertas koran, dan menyimpannya di bawah rak sambal.
“Kalian udah cukup gede buat tahu,” katanya sambil duduk bersama mereka. “Tapi janji ya, jangan bilang siapa-siapa.”