Pernikahan Penuh Luka
Namun malam ini, kesepian itu berubah menjadi sesuatu yang lain amarah yang mendidih, bercampur rasa gelisah yang tak mampu kutepis.
Tas mahal yang masih menggantung di lenganku kulempar begitu saja ke atas sofa. Aku menghempaskan tubuhku, napasku memburu, dadaku naik turun tidak teratur. Tanganku masih menggenggam ponsel erat-erat. Di layarnya terpampang sebuah foto foto Bara. Foto yang kuambil sendiri, diam-diam, dari sudut tersembunyi. Foto yang seharusnya memberiku kepuasan, tetapi kini justru terasa seperti tamparan.