Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
NINE

NINE

Apa yang akan Nina lakukan di sini? Rey ikut keluar, mendekati gadis yang tengah menatap langit gelap dari tepi jembatan. Ada beberapa lampu jalan, tidak merusak pesona bintang, namun cukup menerangi kegelapan tepi hutan sekitar. "Rey, bintang-bintang itu indah, bukan?." Matanya menatap lurus ke langit saat berucap, menerawang jauh pada masa depan yang entah akan berbentuk seperti apa.
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai four stars
Baca
+Pustaka
Home

Home

47 Sayang: Mas, tadi pas check in kamu kan gaikut masuk. Lupa bilang kalau kartu kamar yang satunya aku titipin di resepsionis. Aku udah bilang nama kamu kok jd nanti tinggal sebut nama aja. Aku lagi mager banget turun ke bawah mas maaf ya :(( ] ["Kenapa? Istri lo nge-chat?"] "Iya," jawabnya pelan. "Gue tutup dulu ya. Makasih sudah angkat telepon dari gue."
1013.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 364 kali sebagai four stars
Baca
+Pustaka
Choice

Choice

“Di mana pun bibir ini menyentuh selalu bikin aku melayang dan lupa diri. Kenapa bisa begitu?” Reihan tersenyum simpul. “Maybe I am good kisser.” “Mantanmu ada berapa?” “Berapa, ya?” Reihan menampakan raut berpikir. “Nggak ingat.” “Sok keren. Playboy cap kabel.” “Kalau kamu berapa?” “Satu, dua, tiga, empat, lima, enam,” “Sok cantik.” Potong Reihan. Maya terkikik. “Tapi memang istriku cantik.”
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai four stars
Baca
+Pustaka
SPERANZA

SPERANZA

tanya Xaviera dengan khawatir. Speranza menatap Xaviera dan Caiden secara bergantian. Dia menunjuk kotak yang berada di sampingnya. "Kenapa semua kotak ini kosong?" tanya Speranza membuat Caiden dan Xaviera terdiam. "Semua kotak itu ...." Xaviera bingung harus mengatakan apa. Dia menatap Caiden meminta bantuan. "Itu semua adalah kotak sisa. Kotak yang berisikan barang-barang kita sudah di kirimkan," kata Caiden membantu Xaviera menjelaskan.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai four stars
Baca
+Pustaka
Mate

Mate

Intan Pitalokamatchedaneelprend
sahut Alfa sebel. Nuansa café yang serba pink dan sangat serba Korea memang menambah daya tarik café ini. Apalagi kalau pengunjungnya, penggila Korea kayak si Icha. “Huah Oppa Park Bo Gum!” jerit Icha histeris saat melihat gambar salah satu aktor korea di dinding café ini. Alfa melengos mendengar Icha. “Masih cakepan Masmu ini, Cha, Cha.”
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159 kali sebagai four stars
Baca
+Pustaka
Sisa Rasa

Sisa Rasa

tanya Selin terbata. "Apartemen kita, Sayang and welcome to the home mrs. Rendra." ujar Rendra sambil meletakkan kunci mobil di meja marmer. Selin melangkah masuk kedalam. Desain interior apartemen itu didominasi warna monokrom dan kayu gelap, memberikan kesan maskulin namun sangat elegan. Ia menyentuh permukaan meja makan dari batu alam yang dingin. Semuanya terlihat sangat mahal, jauh dari kesan sederhana yang selama ini Rendra tunjukkan saat mereka kembali dipertemukan lagi.
10832 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai four stars
Baca
+Pustaka
A Wandering Star

A Wandering Star

Higiri mengeluarkan ponselnya dari saku celananya, menunjukkannya kepada staf toko tersebut, dan bertanya, "Yang seperti ini, namun berbeda warna, ada?" Staf toko memperhatikan ponsel tersebut, lalu menjawab, "Kalau merek itu, kami hanya ada warna merah, hitam dan biru," jawabnya. Higiri mulai berpikir bahwa ponselnya berwarna merah, "Biru saja kalau begitu, cepat," balasnya. Kenta sendiri penasaran dan bertanya, “Higiri, apa yang kau beli? Untuk siapa?"
107.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 181 kali sebagai four stars
Baca
+Pustaka
Perfect Partner

Perfect Partner

Dia ingin memamerkan hadiah dari menantunya pada tamu yang hadir hari ini. “Silahkan, Bu.” Maevea tidak keberatan dengan hal itu. Lize membuka sendiri kotak yang tadi dibawa oleh kepala pelayan. Dia tampak begitu bersemangat. Saat kotak terbuka, sebuah vas bunga dengan ukiran dua phoenix ada di sana. Tatapan Lize terhadap vas itu sudah bisa menjelaskan apakah wanita itu menyukai hadiah Maevea atau tidak. Ukiran yang dibuat dengan rapi dan indah.
10123.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.3K kali sebagai four stars
Baca
+Pustaka
ALASKA

ALASKA

|Alaska Namun centang abu tak bertanda dua, melainkan satu. Sementara Alaska tau, Yesaya tak pernah mematikan ponselnya. Dan itu membuat Alaska semakin khawatir, ingin rasanya menghampiri Yesaya, tapi ini sudah terlalu larut untuk dirinya menghampiri gadis itu ke rumahnya. Namun Alaska berharap agar pagi segera datang, ia ingin menemui cintanya. ***
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai four stars
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status