Two Side
katamu.
“Makdudnya?” Dia terlihat tidak mengerti dengan apa yang diucapkan, seolah kata-katamu begitu rancu untuk dipahami. Matanya terus menatapmu dengan alis sedikit mengernyit ke bawah.
Kamu hanya tersenyum mendengar perkataannya, sebuah jawaban singkat mengubah sudut pandangnya dalam sekejap, “Seandainya tidak ada awan gelap yang menutupi rembulan dan bintang, kuyakin Lucy pasti akan bosan melihat rembulan dan bintang terlebih karena warnanya yang dominan begitu saja. Karena adanya awan, rembulan dan bintang akan selalu di nanti bahkan dikenang. Lucy juga pasti akan meminta kepada Sang Tuhan agar cahaya rembulan kembali menyinari langit malam. Benar, ‘kan?”