Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Thirty Days

Thirty Days

ini suara mengejek milik Jio. Entah mengapa diantara keempat orang yang merundungnya, Nohan paling membenci Jio. Tapi tentu bukan berarti Nohan membenci Jay, Ray, dan Ren sedikit. Ia membenci mereka dengan kadar yang sudah melebihi kebenciannya. Nohan benci mereka berempat, ia juga benci semua yang hanya menonton ketika ia dirundung, ia benci semua hal yang ada di dunia ini.
2.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai four stars
Baca
+Pustaka
U

U

Di dalam sebuah kamar yang indah dengan luas 30 meter persegi ini dihiasi begitu banyak perabotan-perabotan mahal. Kasur berukuran besar, TV LED 40 inci, AC, meja belajar, lemari dan perabotan kamar lainnya. Juga ada kamar mandi yang lengkap dengan bathub di dalamnya. Kamar ini hampir mirip seperti kamar untuk hotel bintang 4.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai four stars
Baca
+Pustaka
Mon Amour

Mon Amour

Pohon yang kini tak bisa menunjukkan keindahannya karena salju masih menyelimuti. Farrin hanya sendiri, tanpa ditemani Alex dan Natsu seperti biasa karena ia menginginkan ketenangan. Natsu ia minta untuk berbelanja bulanan dan membeli banyak ramen dngan berbagai rasa untuk persediaan, dan Alex kini tengah memotong rumput di serambi depan.
108.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 178 kali sebagai four stars
Baca
+Pustaka
Exit

Exit

tanyaku, menyender di dinding toilet, capek saja rasanya padahal tidak sedang mengerjakan hal berat. April berdehem, terlihat sedang berpikir keras, menopang dagu, matanya memutari ruangan toilet kecil ini. Ada tiga wastafel, empat bilik toilet, dan satu cermin kaca yang menempel di dinding dekat bilik paling ujung. “Kalau lantai kelas atas nggak akan beresiko, kan?” April bergumam, entah sedang bertanya padaku atau berbicara dengan dirinya sendiri.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai four stars
Baca
+Pustaka
Two Side

Two Side

21 Maret 2018 Indahnya gemintang di langit malam dihiasi rembulan, sedikit menghilangkan rasa takut akan kegelapan. Lirih dersik membasuh ilalang, membawa kembali keindahan dan kedamaian malam. Sepasang kekasih tengah bernyanyi dengan riang di antara malam.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai four stars
Baca
+Pustaka
Four Moons

Four Moons

Bu Aliyah menghampiri bu Sinta, bu Niken, dan bu Tia yang sudah menunggu di dekat pintu masuk mall area parkir. Mereka berempat saling bercerita dengan ceria, bahkan bu Sinta pun juga tidak memperlihatkan tanda-tanda sedang memiliki masalah. Mereka berempat keluar masuk toko dengan bergantian. Di saat memasuki sebuah toko tertentu, ada yang membeli dan ada juga yang tidak, kemudian nanti di toko selanjutnya pun juga seperti itu.
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai four stars
Baca
+Pustaka
Four Adventures

Four Adventures

-Four Adventure- Krusak Krusuk. Mereka berempat beberapa kali terjatuh ketika terpeleset bebatuan datau daun-daun yang licin. Keempatnya berjalan secara beruntun, Sean lelaki berambut pirang dengan kulit cokelat itu yang memimpin. Di belakangnya ada Yugo, Rosena, kemudian Dimitri. Suasana lembah ini begitu redup, tidak ada sinar matahari yang masuk, kalaupun ada itu hanyalah sekelebat cahaya.
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai four stars
Baca
+Pustaka
49 DAYS

49 DAYS

Anggap saja Ia memang telah salah berbicara dan memperburuk mood sahabatnya pagi ini. Brian kini duduk di kursinya, persis di sebelah kiri Edward. Sambil menunggu Dosen Travis datang, Brian lebih memilih melanjutkan permainan Angry Bird di handphone Samsung Galaxy miliknya. Tapi saat Ia hampir saja membunuh salah satu burung berwarna merah itu, teleponnya berdering kencang.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai four stars
Baca
+Pustaka
PARAMOUR

PARAMOUR

“Dingin, badanku terasa sakit, aku kedinginan, Nath.” Nathan hanya diam dengan wajah sedikit kesal, di saat itu wajah keduanya terlalu dekat sehingga membuat Kiara terdiam untuk memperhatikan detail wajah pria yang tak menyadari apapun dan hanya fokus pada pengukur suhu di tangannya. Namun hati Kiara tak bisa berhenti enatap sisi wajah sempurna Nathan hingga berhenti di bibir pria itu yang terdapat sedikit bercak lipstik di sudut bibirnya. Kiara tentu tidak sepolos itu untuk bisa mengartikan segalanya, sehingga tatapan kagum itu perlahan berubah sendu saat menyadari apa yang mungkin terjadi. "Kau sepertinya marah, apa aku menganggumu?”
670 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai four stars
Baca
+Pustaka
AURORA

AURORA

Hampir mendekati geraman seperti sedang menahan amarah. “Kita tidak mempunyai banyak waktu lagi,” ujar Aquilla. “Kita memang dari awal tidak mempunyai banyak waktu. Bahkan dari 40 tahun yang lalu!” timpal Jake menatap tajam pada Aquilla melalui kaca spion. “Beruntungnya aku menemukan mobil yang masih bisa digunakan seperti.” “Bukan hasil menjarah?” “Tentu saja hasil menjarah!” Jake kembali menatap tajam pada Aquilla, “Mana mungkin kita bisa menemukan mobil sebagus ini di jalanan!”
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai four stars
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status