Ketika Istriku Minta Talak
“Renata, aku tahu pedihmu. Aku bisa merasakan bahwa sakit itu bukan hanya di ragamu. Yang paling parah justru di hatimu. Hampir saja kau mengakhiri deritamu dengan cara yang salah. Derita yang tengah menderamu, terlalu perih mungkin, tetapi cara yang kau tempuh itu jelas salah! Bukan begitu cara menyelesaikannya, Renata!
Porselin yang telah retak, memang selamanya akan rusak. Tidak akan berpengaruh meski ditambal lagi dnegan perekat terhebat sekalipun. Porselin itu tetap tak akan pernah utuh lagi. Tetapi jangan kau pikir porselin itu taka da harganya lagi, Renata. Kau akan tetap berharga, kau akan tetap istimewa. Terutama bagi orang-orang yang mengerti betapa istimewanya dirimu. Tak selam
Bab Populer