WARISAN DARI BAPAK
Pasti Ambar dan Mbak Imah akan senang karena gajiku besar.
--
Pagi hari.
Ambar sudah selesai masak untuk sarapan, begitupula dengan Mbak Imah. Kami makan dalam satu meja. Usai makan, aku mengawali obrolan.
"Ehm... Mbar, Bu, Mbak, Mas, aku diterima kerja di Jakarta. Gajinya lumayan, sepuluh juta," ucapku sambil membusungkan dada.
"Sepuluh juta?" ulang Mbak Ambar sekali lagi.