Pelajaran Panas Dengan Ayah Muridku
Telur omelet, sosis panggang, kentang goreng kecil, roti panggang dengan mentega dan selai, potongan buah segar, juga dua cangkir kopi panas.
Arvendra duduk di samping Anindya, lalu mengambil piring. “Buka mulutnya.”
Anindya menoleh, mendengus kecil. “Mas nyuruhnya kayak ke anak kecil.”
“Tapi nurut,” balas Arvendra santai.
Anindya membuka mulut juga, menerima suapan pertama. Omeletnya lembut, masih hangat.
“Kita mau honeymoon ke mana, Sayang?” tanya Arvendra kemudian, sambil menyendok suapan berikutnya.