Summer Pieces
Entah karena sakit atau karena marah padaku.
“Sialan! Kau pikir ini semua mudah bagiku?!” ia memekik penuh emosi padaku. Ia kembali mencengkeram kedua lenganku. Sangat kuat. Membuatku nyeri.
“Kau pikir mudah bagiku mengajar dengan menganggapmu tidak ada di sana?! Kau pikir mudah juga bagiku tidak ingin menghambur padamu, menyebut namamu, menatapmu, tiap kali berpapasan denganmu?!” katanya masih penuh amarah, “Kau salah! Kau salah Summer! Itu semua membuatku frustasi! Aku tidak bisa seperti ini terus! Aku tidak bisa kehilangan kau lagi. Tidak setelah di dalam penyekapan, dalam danau, setelah kau menghilang dan tidak pernah membalas surat-suratku, setelah apa yang terjadi sekarang! Kau pikir a
Bab Populer