Nadira
Bunda tentu saja kembali kesal, lalu, tanpa ba-bi-bu mencubit gemas pipi si bungsu.
"Aw-aw ampun, Nda," ringis Gibran. Tangannya berusaha melepas tangan bunda dari pipinya, bunda tidak main-main kalau sudah mencubit.
"Dobrak!" titah bunda, melepas tangannya dari pipi Gibran.
Tak ingin dicubit lagi, Gibran mengangguk. "Itung nda, satu sampai tiga," katanya meminta intrupsi.
Bunda mengangguk, "satu ... Du--"
Hot Chapters