Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Semoga Dia Sebebas Angin

Semoga Dia Sebebas Angin

Pada hari jadi pernikahan kami yang ketiga, aku menunggu selama lima jam di restoran berbintang Michelin favorit Dion Bahlilah. Namun, dia tidak bisa dihubungi lagi. Pada akhirnya, aku melihatnya di unggahan sosial media milik kekasih masa kecilnya, Arina Purbaya. Dion menemaninya ke Benua Anarsia, benua yang sangat dingin. [Aku bilang aku sedang bad mood, dia langsung membatalkan seluruh janjinya untuk menemaniku bersantai.] [Ternyata, teman masa kecil lebih menenangkan daripada penguin.] Gambar yang menyertainya menunjukkan pemandangan yang sangat dingin, tetapi Dion dengan lembut memeluknya. Matanya memancarkan semangat membara yang belum pernah kulihat sebelumnya. Tiba-tiba, aku merasa lelah. Aku menghentikan pertanyaan menyakitkan itu, menghentikan tangisan histerisku. Aku hanya dengan tenang menyukai unggahan tersebut dan mengirimkan pesan pada Dion. [Ayo bercerai.] Setelah beberapa lama kemudian, dia mengirim pesan suara. Nada suaranya menantang. “Oke, akan aku tanda tangani saat pulang.” “Lihat saja nanti siapa yang akan menangis dan memohon agar aku tidak pergi.” Orang yang menerima perlakuan khusus membuat mereka berani bertindak tanpa batasan, Dion pun sama sekali tidak mempercayainya. 'Tetapi Dion... Tidak ada seorang pun yang tidak bisa meninggalkan seseorang, hanya saja orang itu masih cinta. Tetapi mulai sekarang, aku tidak ingin mencintaimu lagi.'
7.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 280 kali sebagai gambar bahu laweyan
Baca
+Pustaka
Harga Sebuah Pengkhianatan dan Penghinaan

Harga Sebuah Pengkhianatan dan Penghinaan

Baru saja, setelah hampir mati kehabisan darah, aku berhasil melahirkan pewaris untuk Keluarga Rosano. Namun suamiku, Jerry sebagai orang nomor dua setelah bos di Keluarga Rosano, justru membiarkan orang kepercayaannya yang bernama Sofia merekam proses persalinanku hanya karena bilang dia bosan. Dia merekam semuanya, termasuk saat aku kehilangan kendali atas tubuhku, jeritanku, wajahku yang meringis kesakitan. Setelah itu, dia mengambil tangkapan layar, dan mengubahnya menjadi gambar stiker, lalu menyebarkannya di grup obrolan pribadi keluarga dekat. Dari balik pintu kamar rumah sakit, aku masih bisa mendengar tawa Sofia yang liar. "Jerry, ini hiburan terbaik sepanjang masa. Kau selalu tahu persis apa yang aku inginkan." "Tapi Rana pasti akan mengamuk saat dia bangun dan melihat ini." Efek anestesi belum sepenuhnya hilang. Kelopak mataku terasa berat, namun dalam keadaan setengah sadar, aku masih bisa mendengar nada suara Jerry yang santai dan acuh tak acuh seperti biasa. "Dia nggak akan benar-benar marah. Kau tahu sendiri Rana, dia selalu patuh padaku." "Aku hanya perlu sedikit membujuknya. Lagipula, anak kami sudah lahir sekarang, dia nggak mungkin meninggalkanku." Jari-jariku yang tersembunyi di bawah seprai sutra mengepal erat. Pikiranku dipenuhi dengan semua hal yang telah kukorbankan untuknya selama bertahun-tahun ini. Jerry mungkin telah lupa siapa yang sudah membuatnya menjadi pria yang menguasai jalanan ini. Karena kau sangat suka bermain, maka aku akan memainkan permainan sungguhan denganmu. Pada hari aku pergi, kau akan menyesali semuanya!
7.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 244 kali sebagai gambar bahu laweyan
Baca
+Pustaka
Para Pemburu dan Penghuni Tangguh

Para Pemburu dan Penghuni Tangguh

Jevior Likosta
Suatu ketika kerajaan Therazium, berhasil dikalahkan dan di invasi oleh para bangsa lain. Khaigor sang ksatria dan rekan-rekannya, berhasil menyelamatkan diri. Lalu bertemu dengan sekelompok yang bernama Gridor, Berthous, Megrito dan Nerdho, kelompok yang membasmi monster, kaum lain, prajurit rekrutan, bahkan mereka bisa dibayar. Khaigor bergabung menjadi Gridor sambil bekerja sebagai tukang besi dan serabutan, kemudian bertemu dengan tiga anak muda yang terdiri dari seorang perempuan yang lebih tua bernama Avery dari dua anak laki-laki tersebut bernama Verdis dan Neos, Khaigor berpetualang bersama mereka, kemudian dia mencari kembali ketiga sahabatnya yang masih penasaran akan keberadaannya apakah mereka masih hidup atau pun telah tiada. Tiga anak tersebut tumbuh menjadi pejuang tangguh di iringi dengan pembinaan dari Khaigor, Avery menjadi seorang prajurit dan dua temannya yaitu Verdis dan Neos menjadi Gridor. Sudut pandang antara pihak Gridor, Berthous, Megrito, serta Nerdho, kerajaan dan masyarakat memiliki perbedaan yang sebagiannya berselisih satu sama lain, yang tak dapat diterima sepenuhnya antar pihak. Meskipun begitu, mereka tetap menjaga persatuan mereka sebagaimana manusia tapi berbeda jika telah berperang dalam antar suku dan bangsa. Pada perbedaan lain manusia kerap kali berkonflik dengan orc dan goblin, yang juga dianggap menjadi ancaman mereka manusia. Gambar dari istockphoto.com
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai gambar bahu laweyan
Baca
+Pustaka
Menyaksikan Tunangan Mafiaku Menikahi Wanita Lain

Menyaksikan Tunangan Mafiaku Menikahi Wanita Lain

Pada hari pernikahanku, tunangan mafiaku, Ryder Soesatyo, menyuruh anak buahnya menghalangiku masuk ke gereja. Sebaliknya, dia malah berjalan di lorong altar dengan wanita lain di lengannya. Ryder mengangkat bahu ke arahku dari balik gerbang besi. "Emilia, Keluarga Soesatyo butuh seorang pewaris dan Carmela sedang mengandung keturunan Keluarga Sutanto. Begitu aku memakai pengaruh Keluarga Sutanto untuk mengukuhkan posisiku di keluarga, aku akan menceraikannya. Kamu akan tetap menjadi wanitaku." Semua orang mengira aku akan menganggukkan kepala dengan patuh dan menunggu Ryder kembali. Aku mencintainya melebihi hidupku sendiri selama sepuluh tahun ini, bahkan putus hubungan dengan keluargaku demi dia. Namun, aku naik jet pribadi malam itu juga untuk pergi ke Sikilua dan menerima perjodohan dengan pemimpin dari Keluarga Basuki. Sejak saat itu, aku menghilang tanpa jejak dari dunia Ryder Soesatyo. Tiga tahun kemudian, aku kembali ke Nalumandia bersama suami dan anakku untuk membereskan seorang pengkhianat di keluarga. Zayn memiliki urusan mendadak, sehingga dia menyuruh anak buahnya menjemputku. Namun, aku tidak menyangka akan melihat wajah seseorang dari masa laluku. Ryder menatapku sambil menyeringai. "Sudah puas bersenang-senang di luar sana? Karena kamu sudah merangkak kembali, ini pas sekali. Putranya Carmela butuh juru masak. Kamu bisa mengerjakannya." Tunggu. Ryder baru saja memanggilku, Nyonya yang paling dihormati di dunia bawah tanah, ini sebagai juru masak?
4.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai gambar bahu laweyan
Baca
+Pustaka
Suamiku Pura-pura Amnesia Demi Selingkuhannya

Suamiku Pura-pura Amnesia Demi Selingkuhannya

Suamiku, Vincent Cornela adalah seorang bos mafia, dia diserang dalam sebuah transaksi. Begitu bangun, dia ingat semua orang, kecuali diriku. Di depan anak buahnya, dia mengumumkan bahwa Angela adalah nyonya yang baru dan memberinya posisi sebagai ahli mekanik presisi. Namun, tanpa sengaja aku mendengar percakapan mesra mereka di gudang senjata, “Kamu meminjamkan identitas nyonya padaku selama tujuh hari. Selama tujuh hari itu, aku boleh melakukan apa saja pada tubuhmu, ‘kan? “Tentu saja! Aku pura-pura amnesia hanya untuk membuatmu senang.” Aku bersembunyi di balik bayangan, kukuku menusuk telapak tangan. Aku memilih untuk tak membongkar kebohongannya. Keesokan harinya di pertemuan keluarga, Vincent merenggut paksa cincin batu hitam dari jariku. Dia membentak, menyatakan bahwa Angela adalah nyonya satu-satunya. Lalu mengusirku dari Napol dan menuntutku menyerahkan semua gambar desain senjata. Semua anak buahnya menatapku, menunggu perlawananku. Namun, aku diam saja. Detik itu juga, aku mengajukan pengunduran diri dan gugatan cerai. Vincent tak tahu bahwa hanya aku yang paham tentang teknologi perakitan senjata model baru itu dan batas waktu pengirimannya hanya tersisa tujuh hari. Tujuh hari kemudian, saat pengiriman barangnya bermasalah dan posisi keluarganya terancam hancur, aku sudah menghilang sepenuhnya. Saat kami bertemu lagi, Vincent dengan panik mencengkeram tanganku dan bertanya, “Valen, kamu ke mana saja? Kok kamu meninggalkanku?” Aku berpura-pura bingung dan bertanya, “Maaf tuan, kamu siapa? Kita kenal?”
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai gambar bahu laweyan
Baca
+Pustaka
DOKTER CANTIK VS MAFIA HYPER

DOKTER CANTIK VS MAFIA HYPER

Pelukis MatahariDewasaMafiaHarem
Dunia hitam Antonio Valentino runtuh setelah sebuah kecelakaan merenggut satu-satunya hal yang tak bisa ia beli: dia tak bisa ejakulasi layaknya pria pada umumnya. Dokter-dokter terbaik hanya bisa mengangkat bahu—"Coba saja dengan wanita lain." Tapi tak satu pun berhasil. Hingga suatu malam, nasib memberinya kejutan paling memalukan. Seorang wanita mabuk salah masuk ke kamar hotelnya. Dalam kabut anggur dan amarah, Antonio terkejut saat tubuhnya—yang mati rasa selama berbulan-bulan—tiba-tiba meresponsnya. Gila. Tapi nyata. Keesokan harinya, kenyataan menghantam: wanita itu adalah Dr. Liana Hart, dokter rumah sakit biasa yang tak sengaja terseret dalam konflik mafianya. Dan yang lebih parah—dia sama sekali tidak ingat malam itu. Antonio yakin Liana adalah "obat"-nya, sementara Liana bersikeras ada penjelasan medis di balik semua ini. Saat Antonio memaksanya bekerja sama, permainan tarik-ulur dimulai. Dia menolak, tapi tubuhnya merespons setiap sentuhan Antonio. Dia membencinya, tapi tak bisa menjelaskan kenapa mimpi-mimpinya dipenuhi bayangan pria itu. Dia tahu ini salah, tapi mengapa rasanya... sangat benar? Di tengah bahaya mafia yang mengintai dan rahasia gelap Antonio, Liana terjebak antara logika dan keinginan yang tak bisa dibohongi. "Kau pikir aku gila? Tapi tubuhku tak pernah bohong, Liana. Hanya kau yang bisa membangkitkannya." Akankah kebenaran menyatukan mereka—atau justru menghancurkan segalanya?
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai gambar bahu laweyan
Baca
+Pustaka
Adikku Merebut Posisiku di Altar Pernikahan

Adikku Merebut Posisiku di Altar Pernikahan

Pada hari yang seharusnya menjadi hari pernikahanku, pengantinnya malah bukan aku. Upacara yang sudah kutunggu selama lima tahun berubah menjadi lelucon ketika Valentina, adik perempuanku, melangkah menyusuri lorong marmer dengan gaun pengantin putih. Lengannya melingkar di lengan Luca, pria yang seharusnya berdiri menungguku di altar. "Maafkan aku, Bianca," kata Valentina pelan. "Tapi hari ini kamu bukan lagi pengantinnya." Kemudian, dia menyentuh perutnya, matanya berkilat penuh kemenangan. "Aku hamil anak Luca." Kata-katanya meledak di dalam kepalaku dan seluruh duniaku seolah-olah mendadak sunyi. Seakan-akan takut aku tak akan memercayainya, dia mengangkat sesuatu yang mengilap ke arah cahaya. Gambar USG hitam putih. Tertulis jelas, usia kehamilan 12 minggu. Mataku terasa panas dan perih. Dengan mata berkaca-kaca, aku menoleh ke arah Luca, mati-matian mencari apa pun. Penyangkalan, penjelasan, ataupun penyesalan. Namun, dia hanya menghela napas, lelah dan pasrah. "Bianca, aku minta maaf," katanya tak berdaya. "Valentina nggak punya banyak waktu lagi. Pernikahan ini ... adalah permintaan terakhirnya." "Aku akan menebusnya," tambahnya. "Kita bisa mengadakan pernikahan lain nanti." Ayahku, Moretti, berdiri di belakangnya dengan ekspresi dingin yang sama seperti yang selalu dia tunjukkan sepanjang hidupku. Aku tak pernah melihatnya tersenyum kepadaku, bahkan sekali pun. "Bianca," katanya tajam. "Adikmu sekarat. Biarkan dia yang menikah hari ini." Kakak laki-lakiku mengangguk tanpa mengatakan sepatah kata pun, seolah-olah itu sudah cukup sebagai jawaban yang tegas. Sepanjang hidupku, mereka selalu memilih dia. Air matanya, keinginannya, kebutuhannya, semuanya lebih penting daripada aku. Hari ini pun tidak berbeda. Sesuatu di dalam diriku ada yang retak. Baiklah. Jika tak ada seorang pun di keluarga ini yang peduli padaku, aku akan pergi.
7.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 210 kali sebagai gambar bahu laweyan
Baca
+Pustaka
Suami Dingin, Pria Lain Menginginkanku

Suami Dingin, Pria Lain Menginginkanku

Suasana lounge hotel bintang lima itu riuh, namun suara ketawa Rhea adalah yang paling nyaring. Dengan segelas wine di tangan kanan dan gaun hitam yang memamerkan bahu mulusnya, Rhea sedang menjadi pusat perhatian. ​"Kalian tahu kenapa pria suka pakai dasi?" Rhea mengerling nakal ke arah teman-teman kantornya. "Supaya kalau mereka terlalu banyak bicara di ranjang, kita punya pegangan untuk menarik mereka lebih dekat... atau membungkam mereka." ​Ledakan tawa pecah. Pria-pria di meja itu menatap Rhea dengan tatapan lapar sekaligus kagum. Mereka menjuluki Rhea sebagai 'Si Singa'—wanita energik yang bicaranya berani, mesum dalam konteks bercanda, dan seolah-olah sudah khatam urusan ranjang. ​Namun, saat jam menunjukkan pukul sebelas malam, senyum itu memudar begitu Rhea melangkah masuk ke mobilnya. ​Di rumah, suasana hening. Rhea masuk ke kamar, menemukan Gavin sudah menunggunya. Tanpa kata-kata romantis, Gavin menariknya ke tempat tidur. Rhea mencoba membalas, mencoba menjadi 'Singa' yang diinginkan dunia, namun Gavin hanya fokus pada area sensitif Rhea dengan tangannya. Dingin. Terburu-buru. ​Rhea mendesah, namun matanya menatap langit-langit kamar yang kosong. Saat ia hampir mencapai puncak, Gavin menarik tangannya. Pria itu mencium keningnya sekilas—ciuman yang terasa seperti formalitas—lalu berbalik membelakangi Rhea. ​"Mas... tidak bisakah malam ini kita... melakukannya?" bisik Rhea parau. ​"Aku capek, Rhea. Lagipula, bukankah ini sudah cukup membuatmu puas?" jawab Gavin tanpa menoleh. ​Rhea terdiam. Di luar dia adalah predator, tapi di kamar ini, dia hanyalah mangsa yang kelaparan akan kasih sayang yang utuh. Ia tidak tahu, bahwa di balik punggung Gavin, sebuah rahasia besar tersimpan di dalam ponsel yang disembunyikan suaminya di bawah bantal.
200 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7 kali sebagai gambar bahu laweyan
Baca
+Pustaka
Kejutan Untuk Suami Sok Alim Ternyata Tukang Kawin

Kejutan Untuk Suami Sok Alim Ternyata Tukang Kawin

Mutiara Sukma
Sebuah pesan masuk ke dalam gawaiku, tak ada firasat apapun saat itu. Dengan santai pesan itu kubuka. Sebuah foto yang dikirim oleh nomor tak dikenal. Mataku membulat sempurna, tak percaya dengan apa yang kulihat, hingga berkali-kali aku memperhatikan bahkan sampai men-zoom foto itu sedetail mungkin, takut jika mata ini salah menyimpulkan. [Maafkan saya, Bu!] tulis si pengirim foto. Aku tak menghiraukan pesannya, butir demi butir air mengalir dari sudut mata, mengaburkan penglihatan. Menandakan bahwa foto itu membuat luka didalam sana. Sebuah foto resepsi pernikahan yang berlatarkan salah satu pemandangan di Puncak, tertampang nyata, sangat indah begitu pula dengan senyum dari kedua mempelai yang terlihat sempurna dan bahagia. Mas Arya, pengantin laki-laki yang kini sedang bersanding dengan seorang wanita muda dan cantik itu adalah suamiku. Suami yang sudah sepuluh tahun ini kuhaturkan bakti kepadanya. "Ma, Mama kenapa menangis?" cepatku susut air mataku dengan ujung jari, dan mematikan ponselku agar gambar yang begitu mengiris hati itu tak sampai terlihat oleh Alisa, putriku. "Ga, sayang. Mata Mama kelilipan," ungkapku asal. Kuraih tubuh mungil Alisa dalam pelukan, gadis lima tahun ini begitu sangat berarti bagiku. "Kak Alif mana sayang?" tanyaku mengalihkan pembicaraan. "Ada, Ma lagi di kamar, muraja'ah," Aku tersenyum getir. 'Mas, kita sudah punya putra dan putri yang begitu membanggakan, aku juga meninggalkan karierku demi berbakti kepadamu, kenapa masih saja curang dibelakang ku?' bisikku dalam hati. "Ma, Ayah kapan pulang?" Alisa bersandar didadaku, tanganku terulur membelai rambut panjang nan hitam milik Alisa. "Baru juga dua hari, Ayah pergi Nak, udah rindu aja," ujarku menggoda sambil menekan emosi dihati. Dua hari yang lalu, Mas Arya pamit akan ke Kalimantan mau mengurus bisnisnya. Aku yang tak begitu mengikuti perkembangan perusahaan, percaya saja padanya. Tak mungkin rasanya, Mas Arya mengkhianatiku dia lelaki yang baik, sholeh, penyayang dan selalu romantis. Namun, apa yang terjadi benar-benar diluar bayanganku
1024.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 522 kali sebagai gambar bahu laweyan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status