Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bercinta dengan Naga

Bercinta dengan Naga

Namun, kami tidak berada di depan rumah atau bahkan seperti tidak berada di pulau. Tangan pemuda itu menggandengku dan memandu kakiku untuk berjalan mengikutinya. Sesampai di tepi sebuah tebing dia memperlihatkan semua tempat yang sangat luar biasa indah. Terdapat banyak sekali bunga dengan ukuran yang sangat besar. Pepohonan yang begitu rimbun dengan warna daun yang beraneka ragam. Air terjun yang begitu indah dengan pelangi yang menyempurnakan keindahan itu. Namun, yang paling membuat mata terpukau adalah puluhan, bahkan ratusan naga yang terbang ke sana kemari. Dengan sayap yang begitu lebar mereka membelah langit. “Apakah ini nyata? Atau aku hanya bermimpi!” gumannya.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai gambar kampung naga
Baca
+Pustaka
SANG PENDEKAR LEMBAH NAGA

SANG PENDEKAR LEMBAH NAGA

Ramandika menarik napas dalam-dalam, dua bola matanya mengarah kepada Sandika yang berbaring di sampingnya. "Menurut keterangan dari pemilik warung ini, di sana terdapat beberapa desa kecil yang memiliki pemandangan yang sangat indah. Tentu, ini akan menjadi kesempatan bagi kita untuk memanjakan mata sebelum tiba di Lembah Naga," jawab Ramandika menuturkan. "Benarkah, Ramandika?" tanya Kuntala lagi. "Iya, masa aku bohong. Kau tanyakan saja kepada pemilik warung ini jika tidak percaya!" hardik Ramandika.
1032.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 675 kali sebagai gambar kampung naga
Baca
+Pustaka
Kampung Lamuna

Kampung Lamuna

Setelah kami menelusuri jalan, kami sampai di sebuah perkampungan yang terasa sangat berbeda. Di sini terasa seperti menakutkan dan juga sangat sepi. Seperti tidak ada tanda kehidupan dan membuat kami terus merasaa aneh. Kami berjalan masuk dan di depan jalan terdapat tulisan di papan kayu yang sudah lama dan tidak kokoh. "Selamat datang di Kampung Lamuna." Kata Vita sambil membaca tulisan papan kayu itu.
611.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 278 kali sebagai gambar kampung naga
Baca
+Pustaka
Resep Rahasia Sang Pecundang

Resep Rahasia Sang Pecundang

Ini adalah pertaruhan yang harus ia menangkan sendirian. Perjalanan terasa singkat. Peta itu membawanya ke sebuah jalan kecil tak beraspal yang diapit oleh pepohonan bambu yang rimbun. Di ujung jalan, berdiri sebuah gerbang kayu tua yang megah, diukir dengan naga dan garuda yang saling melilit. Tidak ada lampu, tidak ada penjaga. Hanya keheningan yang pekat dan aroma tanah basah. Ini adalah tempatnya. Padepokan Ki Gendeng.
900 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai gambar kampung naga
Baca
+Pustaka
Reinkarnasi Kaisar Tanpa Tanding

Reinkarnasi Kaisar Tanpa Tanding

Gerbang kotanya terbuat dari kayu besi yang kokoh, diukir dengan lambang keluarga klan-klan regional, termasuk lambang Klan Lin yang familiar bagi Lin Mei: sepasang naga yang melingkari sebuah gunung. "Kota Gunung Naga!" seru Lin Mei, wajahnya yang sempat muram karena kepergian kakaknya langsung bersinar cerah. "Akhirnya! Kota ini berada di bawah perlindungan Klan Lin. Anak dari Bupati di sini, Shen Yue, adalah sahabat baikku! Di sini kita bisa beristirahat dengan tenang dan mendapatkan informasi tentang keadaan di ibu kota klan."
618.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 476 kali sebagai gambar kampung naga
Baca
+Pustaka
Menjadi Budak Cantik sang Raja Arogan

Menjadi Budak Cantik sang Raja Arogan

Tiga kereta kuda itu berbalik pergi memacu kecepatan setelah barang-barang selesai diangkut keluar. Di hadapan mereka, berdiri gapura bambu tinggi sederhana dengan ukiran hanzi bertuliskan : ‘Desa Xinlong’. Sesuai namanya, desa terpencil dengan penghuninya sekitar dua puluh rumah tangga itu tampak meriah dihiasi sepasang patung batu berbentuk naga disetiap pintunya. Bahkan digerbang utama, dua patung naga besar berdiri agung sebagai penjaga. Tubuh panjangnya ditempeli jimat keberuntungan serta jimat perlindungan.
1012.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 321 kali sebagai gambar kampung naga
Baca
+Pustaka
Bahagia Setelah Terusir

Bahagia Setelah Terusir

Pada persimpangan ia mengambil arah jalan yang menuju perkampungan bibinya, Kurba, ibunya Aditya. “Bagaimana keadaan Mama?” tanya Kurba, sambil meletakkan secangkir teh di atas meja. “Alhamdulillah baik, Cil” Kurba duduk di kursi yang satunya. Sesaat hening. Sama-sama menatap sungai yang membentang dengan airnya kecoklatan. Sesaat Sanad tercenung. Air sungai nagara berbeda dengan air kampung Tera. Air sungai Nagara coklat kekuningan, sedang air Bangkau coklat kehitaman. Bahkan kulit warga umumnya juga berbeda. Bangkau rata-rata kulit hitam, sedang warga Nagara rata-rata memiliki kulit putih.
109.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 333 kali sebagai gambar kampung naga
Baca
+Pustaka
Silsilah Naga Emas

Silsilah Naga Emas

Namun, meskipun atmosfer di sini terasa damai, ada sesuatu yang mengganggu di udara—sebuah perasaan bahwa mereka sedang diamati oleh kekuatan yang jauh lebih besar daripada mereka. Setelah beberapa saat berjalan, mereka tiba di sebuah danau besar yang airnya berkilauan seperti permata biru. Di tengah danau itu, ada sebuah pulau kecil dengan sebuah altar batu besar yang dikelilingi oleh empat patung naga raksasa. Patung-patung itu tampak hidup, dengan mata yang menyala dengan cahaya aneh—merah, biru, hijau, dan emas. Dari altar itu, muncul cahaya terang yang menyilaukan, seolah-olah memanggil mereka untuk mendekat. "Inilah tempatnya," kata Mei Xiang dengan nada hormat. "Inilah lokasi terakhir
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai gambar kampung naga
Baca
+Pustaka
Tetangga Manisku

Tetangga Manisku

Seorang wanita yang mungkin seumuran dirinya menyapanya dengan ramah. "Baik Mbak Ela. Aku baru pulang kampung." Nana tertawa sembari menyalami wanita tadi. "Oalah, pantesan lama nggak mampir. Mau cari apa ini? Ada pamelo baru datang dari Lumajang lho sama buah naga dari Banyuwangi." Wanita itu dengan cekatan menunjukkan buah-buahan segar yang ada di tokonya.
1015.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 477 kali sebagai gambar kampung naga
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status