Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
TERJERAT CINTA SANG DUDA

TERJERAT CINTA SANG DUDA

Wajahnya yang basah disekanya dengan handuk kecil lainnya. Andai moodnya sedang baik, pasti Marsha langsung menubruk dada bidang yang selalu membuatnya nyaman itu. Namun, saat ini, hasrat itu sudah hilang dan sedang berganti kekesalan dan semua itu gara-gara foto Rey dan Kay.
8.730.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 997 kali sebagai gambar kushina marah
Baca
+Pustaka
Sadena

Sadena

Kini suasana terasa sangat canggung. "Aku belum jawab iya," cicit Marsha menggaruk pipinya. Heran. "Nggak penting. Gue nggak nerima penolakan juga sih." Sekarang pipi Marsha tambah merona. Lucu. Semakin gencar Sadava mencubitinya. "Dih, tambah gumush kalo pipinya merah gini." "Hish. Sakit tau!" Sadava hanya terbahak senang. Ia pun melepas cubitan dan menarik gadis itu ke dalam pelukan.
1011.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 390 kali sebagai gambar kushina marah
Baca
+Pustaka
Sentuhan Panas Sahabat Pacarku

Sentuhan Panas Sahabat Pacarku

Seisi restoran makin gaduh, beberapa pengunjung menahan napas, sebagian lainnya mulai berbisik sambil mengangkat ponsel, merekam kejadian itu. “Marsha!!!” suara Aga akhirnya meninggi, nadanya penuh amarah sekaligus peringatan. Wanita itu Marsha menoleh dengan wajah basah oleh air mata. “Kenapa kamu sejahat ini Ga? Hah? Kenapa kamu setega ini sama aku? Kenapaaaa!” suaranya pecah, tubuhnya bergetar tak terkendali.
10105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai gambar kushina marah
Baca
+Pustaka
Lelaki Penakluk Nona Muda

Lelaki Penakluk Nona Muda

Ia menghampiri Kenzo dengan muka merah menahan marah. PLAK! Sebuah tamparan keras melayang ke wajah tampan Kenzo, membuat lelaki itu terkejut dan refleks mengusap pipi. “A–Amisha?” ujarnya, dengan mata terbelalak dan gugup. “Kita putus. Cuih!”
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai gambar kushina marah
Baca
+Pustaka
KEBANGKITAN PENDEKAR RAJA IBLIS

KEBANGKITAN PENDEKAR RAJA IBLIS

puji Fatta, ia bahkan tidak marah melihat gambar Arash yang membuatnya terlihat sedang marah. "Yah, karena hanya ini yang bisa kulakukan..." sahut Arash dengan senyum getir.
1023.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 895 kali sebagai gambar kushina marah
Baca
+Pustaka
Koma

Koma

Kerjaanya setiap hari marah-marah terus. Padahal teman aja sedikit tapi gayanya selangit. "lukisan lo yang kemarin mana?" tanyaku. Tapi sepertinya tindakanku ini salah karena mukanya terlihat memerah seperti akan meledak. "Apa? Mau lo ketawain lagi?" sembur Rimba. "Astaga, lo tuh salah paham. Kemarin gue ketawa karena lukisan lo terlihat bebas tanpa batas," jelasku.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai gambar kushina marah
Baca
+Pustaka
Kubalas Hinaanmu, Mas!

Kubalas Hinaanmu, Mas!

Dia masih bisa mengingat wajah pucat Raline di pelukannya karena kehilangan banyak darah. "Itulah sebabnya, Yovan sedikit kaku dan dingin pada wanita. Sepertinya dia masih trauma dan belum bisa melupakan kejadian menyakitkan itu." Bu Ningrum menghela napas panjang. Matanya memperhatikan Arini yang dengan cekatan mengoles bumbu pada ikan kembung untuk dibakar.
998.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai gambar kushina marah
Baca
+Pustaka
Ugly woman with Mr handsome (Indonesia)

Ugly woman with Mr handsome (Indonesia)

ejek Nara tersenyum manis. "Awwwh! aku bisa diabetes kalau begini." "Eeh, kenapa?" bingung Nara. "Karena senyum mu begitu manis." goda Arfaan. Nara bergidik jijik mendengarnya, pria di depannya ini ternyata sangat menyebalkan. "Hei, wajahmu merah seperti...." "Seperti apa?" tanya Nara galak. "Tomat busuk, bhahahaha." Arfaan tertawa terpingkal-pingkal melihat ekspresi wajah Nara yang marah.
107.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 208 kali sebagai gambar kushina marah
Baca
+Pustaka
Mahar Untuk Risa

Mahar Untuk Risa

Risa tersenyum miring sambil menatap gadis itu dengan tatapan merendahkan dan tentunya tidak kalah sinis. "Ngaca, mbak. Jangan tahunya melihat kejelekan orang lain tapi enggak sadar kejelekannya udah segede gunung." Setelah mengatakan itu Risa langsung pergi dari sana, perempuan itu membuat mood Risa hancur. Padahal tujuannya ke sana adalah untuk melihat Randi tetapi acara belum sampai selesai moodnya sudah lebih dulu. Sementara perempuan yang tidak di ketahui siapa namanya itu terlihat sangat kesal, ia menatap Risa tajam bak seorang musuh besar yang harus di musnahkan.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai gambar kushina marah
Baca
+Pustaka
Tergoda Adik Ipar

Tergoda Adik Ipar

Menggeram marah, Shima bangkit dari duduk ditepi bathtub dan membuka pintu. “Dasar berengsek! Kenapa kau melakukan panggilan video dengan Kun? Sengaja?” Kasar, Shima melempar gaun pestanya ke wajah Jun. Lupa sudah menahan emosi, karena pada dasarnya, dia tidak pernah pintar menjaga emosinya. Jun menaikkan dua alis. Meluruskan senyum seolah sedang menghina Shima dan membiarkan gaun pesta kakak iparnya tetap berada di lantai. Dia tidak mau memungutnya.
1015.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 513 kali sebagai gambar kushina marah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status