Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dendam yang Tak Terlupakan

Dendam yang Tak Terlupakan

Mela tidak bergerak dari kursinya untuk menjaga jarak fisik dan emosional dari Damar. Damar hanya tersenyum tipis. Dirinya sama sekali tidak gentar dengan penolakan dingin Mela. Ekspresi tenang itu justru menunjukkan bahwa Damar sudah mengantisipasi perlawanan Mela. Ia mengambil botol sake kecil itu dan meletakkannya di dekat kotak sushi dengan gerakan hati-hati. "Aku tahu," katanya lembut yang justru membuat Mela semakin curiga.
803 viewsOngoingAdded to Library 20 Times as gedung damar
Read
+Library
Nona Hemat di Sarang Konglomerat

Nona Hemat di Sarang Konglomerat

Damar menatap Citra serius. "Itu bukan tempat untuk entertainment seksual. Itu medan perang domestik. Saya butuh mata di sana untuk memastikan aset berharga tidak mati konyol karena terpeleset kulit pisang." Mulut Citra terbuka sedikit. "Aset berharga? Maksud Bapak panci mahal punya Pak Elang?" "Bukan," jawab Damar cepat. "Kamu." Citra terdiam. Jantungnya skip satu ketukan. Kalimat itu terdengar romantis kalau saja tidak diucapkan di dalam bunker gelap bersuhu kutub utara.
931 viewsOngoingAdded to Library 20 Times as gedung damar
Read
+Library
DENDAM MANTAN ISTRI

DENDAM MANTAN ISTRI

“Sudah kuduga kau di sini, sayang.” Gamma mendengus. Suara Bibi Laela terdengar genit untuk seorang janda berusia enam puluh tahun. Dia berhasil menemukan Gamma yang berada di sayap kiri Mansion–dengan jendela menghadap ke kamar mendiang Moreano. Gamma merasakan tepukan di punggung. “Kau lelaki yang kuat. Aku yakin, masalah seperti ini tidak akan mengguncangmu.”
102.0K viewsOngoingAdded to Library 68 Times as gedung damar
Read
+Library
DENDAM SANG PEWARIS

DENDAM SANG PEWARIS

Dengan Mercedes G- Class silver metalik kesukaannya ia melaju ke titik poin yang tertera pada pesan yang ia terima. Gedung tua itu jelas sudah tidak berpenghuni walau tertutupi oleh kemegahan beberapa bangunan di depannya. Tidak ada yang bisa hidup di sebuah tempat yang tampak mengenaskan tersebut. Dinding yang dipenuhi oleh jamur dengan juluran tanaman liar yang memenuhi salah satu sisi jelas menyiratkan bahwa bangunan itu telah dikosongkan selama bertahun-tahun.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 94 Times as gedung damar
Read
+Library
Dendam Titisan Ashura

Dendam Titisan Ashura

Damar tewas bahkan sebelum dia meneriakkan rasa perihnya. “Damar….tidak…”Lingga kian putus asa. Pasukan Kanezka yang semula ribut satu sama lain pun terdiam kaget melihat tewasnya Damar yang hanya dalam hitungan detik. Tepat setelah itu pintu gerbang di Benteng Bisma pun berguncang keras hingga area di benteng gempa hebat. Cahaya kuning keemasan memancar terang dari pintu itu sehingga siapapun yang melihatnya silau karenanya. Lambat laun, seluruh pintu gerbang tersebut menyatu dengan cahaya emas yang menyelimutinya, hingga akhirnya luruh menjadi ribuan bulir cahaya yang menguap di udara dan gempa di benteng pun berhenti.
1011.3K viewsOngoingAdded to Library 405 Times as gedung damar
Read
+Library
SUAMI KONTRAKKU MILIARDER TAMPAN

SUAMI KONTRAKKU MILIARDER TAMPAN

satu desahan akhirnya lolos dari bibir Sinta ketika Damar kembali membenamkan kepalanya ke salah satu bukit kembarnya yang menjulang tinggi. Mendengar suara desahan yang beberapa hari ini dirindukan Damar bahkan sampai tidak fokus bekerja membuat Damar tak sabar untuk segera membenamkan aset kebanggaannya ke dalam surga dunia milik Sinta. "Ahhhh," desahan panjang kembali lolos dari bibir Sinta ketika Damar menghujamkan dengan lembut asetnya yang telah berdiri tegak bak tugu Monas melewati lorong sempit nan gelap milik Sinta.
1010.0K viewsCompletedAdded to Library 330 Times as gedung damar
Read
+Library
DENDAM

DENDAM

Part1 "Ada apa? Kenapa ada garis Polisi?" tanyaku pada Amira, karyawan yang bekerja di bagian informasi. "Katanya ada pembunuhan. Barusan mayatnya dibawa pihak kepolisian." "Inalilahi w* inailaihi roji'un." Garis Polisi disamping gedung kantor pun menyisakan tanda tanya untukku. Terlihat buket bunga yang hancur dan seperti kue ulang tahun yang juga terlihat lenyek dilantai bercampur bekas darah.
1024.7K viewsCompletedAdded to Library 519 Times as gedung damar
Read
+Library
Pembalasan Dendam Sang Putri Adipati

Pembalasan Dendam Sang Putri Adipati

Dari jalan besar yang jaraknya jauh, Damar yang berada dalam kereta kuda tiba-tiba membuka tirai jendela dan memandang rumah gubuk di kejauhan. Kahar yang menahan rasa sakit di punggungnya memaksakan diri untuk duduk tegak di seberang Damar. Ketika ujung matanya menangkap gerakan ayahnya, dia pun mengikuti arah pandang ayahnya dan melihat ke luar melalui celah. “Itu gubuk yang didirikan Kak Kama. Dengar-dengar, dia sendiri yang menebang pohon untuk mendapatkan kayu, lalu mendirikannya pelan-pelan seorang diri.”
9.3257.7K viewsCompletedAdded to Library 6.2K Times as gedung damar
Show Reviews (46)
Read
+Library
Iba Asradaya
maaf aku tinggal ya, ceritanya muter gak kelar², iklan puanjaang q bab harus nonton 3 iklan dgn durasi yg udah gaj masuk akal. ternyata sm dgn novel² yg lain ditinggal ditengah² bisan dan cari novel yg lain ...
Sinta Clara
makin lama iklannya makin panjang durasinya.kalau ceritanya ngga bener bener bagus jd males bacanya .novel ini termasuk salah satu yg gw pertahanin buat terus dibaca.makanya pertahanin thor alur ceritanya.jangan kebanyakan muter kayak novel yg lain
Read All Reviews
Terjerat Takdir Cinta Sang Pangeran Aetherion

Terjerat Takdir Cinta Sang Pangeran Aetherion

"Tumben sekali bro menelepon di jam sibuk. Ada gedung saingan yang mau gue ratakan dengan tanah?" Sudut bibir Rasya berkedut samar mendengar pertanyaan itu. Damar Aritama. Sahabat masa kecil sekaligus partner bisnisnya, dia adalah penguasa takhta industri konstruksi dan arsitek paling andal di Asia. "Gue butuh bantuan lo, Damar," ucap Rasya to the point. "Raka baru aja menggerebek sebuah rumah di kawasan elite Jakarta Utara."
1.9K viewsCompletedAdded to Library 52 Times as gedung damar
Read
+Library
Dendam Membara Mas Tetangga

Dendam Membara Mas Tetangga

Aroma makanan khas keluarga Lachlan terhirup oleh hidungnya. Bahram berjalan pergi melewati sekumpulan lelaki yang tadi ia tinggalkan. Tidak ada sisi blok rumah mereka itu yang tidak sibuk sehingga tempat yang bisa ia tuju saat ini adalah pos ronda yang letaknya disisi berjauhan dari tenda tempat akad. Ia memanjat naik di pos ronda yang dilengkapi dengan pengeras suara dan pentungan. Pos ronda yang terbuat dari atap seng dan kayu jati yang saat ini tampak miring itu masih dipakai tempat bermain oleh para generasi cucu dari para penghuni rumah di blok mereka.
101.5K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as gedung damar
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status