Karena Mertua Serakah, Suamiku Diam-diam Menikah
Pelayan toko emas mengambilkan semua barang yang aku tunjuk dengan penuh suka cita.
"Sayang, dicoba kalung dan gelangnya," kataku membuat Mbak Neneng melotot. Aku mengedip mata sambil menggerakkan bibir. Aku memberi kode, tetapi sepertinya Mbak Neneng tidak paham.
"Dua barang ini berapa Mbak?" tanyaku.
"Empat puluh lima juta, Mas."
"Saya mau ya, buat calon istri saya ini. Bukan begitu, Pak Rizal. Nampaknya Pak Rizal sedang menjual emas nih. Butuh duit ya?" ledekku membuat Rizal menggeram.