Kultivator Inti Semesta
Setiap gigi tajam yang terpatri dari kegelapan menggigit tanpa ampun, menyobek sisa-sisa daging yang masih melekat di tulangnya.
Suara koyakan terdengar seperti gema dari neraka. Tubuhnya sudah tidak lagi menyerupai manusia, melainkan hanya sekumpulan sisa yang diperebutkan oleh jiwa-jiwa yang menjerit dalam kepuasan kelam. Lidahnya ditarik dengan keras dari mulutnya, suara robekan terdengar dalam dentuman lembut namun tajam, lalu lenyap dalam kunyahan. Ia ingin menjerit, ingin mengeluarkan suara, tapi tidak bisa. Tenggorokannya telah hancur, suaranya tertelan di antara lolongan ribuan jiwa yang terus mengelilinginya.
Bab Populer