Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
DERRENT FAMILY : SHADOW OF THE PAST

DERRENT FAMILY : SHADOW OF THE PAST

Dengan enggan menatap potongan tanduk dengan pasrah, perlahan, secara ragu-ragu mulai membuka mulut dan menggigitnya. Bunyi 'krek' yang tajam terdengar saat gigi mereka menggigit permukaan keras tanduk, sensasi kasar di mulut membuat Ken dan Charlos mengerutkan kening. Rasanya seperti mengigit sesuatu yang tidak seharusnya dikunyah, itu kasar dan kering.
1.3K viewsOngoingAdded to Library 27 Times as gnawed
Read
+Library
Napas Terakhir untuk Sang Ratu

Napas Terakhir untuk Sang Ratu

Ludah kental warna cokelat bercampur serpihan gigi yang patah kukeluarkan dari mulut, menetes lambat di atas undakan batu kotor penuh daki semen. Menyeret paha kiri besi ini benar-benar seperti menarik rongsokan mesin gilingan tebu yang karatan di dalam parit. Berat sekali. Engsel bionikku yang sudah jebol total melosot bebas, menimbulkan bunyi gesekan logam kasar yang bising sepanjang sisa pendakian tangga melingkar ini. Amblas beneran sisa tenagaku.
858 viewsOngoingAdded to Library 24 Times as gnawed
Read
+Library
Coworkerku Alpha

Coworkerku Alpha

Ada bunyi kunyahan yang halus namun terdengar sangat puas. Zevko tidak sekedar mengunyah, dia seolah sedang meresapi setiap tetes sari daging merah yang tersisa di sana. Matanya sempat terpejam sesaat, kepalanya sedikit mendongak saat menelan, persis seperti predator yang baru saja mendapatkan mangsa pertamanya setelah pengejaran panjang. Dan dalam waktu singkat, daging di mangkuknya pun raib tak bersisa.
101.1K viewsOngoingAdded to Library 37 Times as gnawed
Read
+Library
ISTRI BERCADARKU MANTAN MAFIA

ISTRI BERCADARKU MANTAN MAFIA

Krrrriiiing! Luna dan Zaenal bahkan bersama-sama termangu. Terlihat dua gigi yang meluncur dan jatuh di lantai putih itu. Jelas karena warnanya kuning. Luna berdebar karena cukup terkejut. Sepertinya dugaannya benar. Pria di depannya sedang dikikis waktu. Zaenal menjilat gigi depannya yang sudah kosong. Nampak empat taring panjang dan tajam di setiap ujung mulutnya . Zaenal tampak gelisah dan Luna tak mau membuang kesempatan. Luna langsung menendang perut Zaenal hingga tangan Zaenal menjulur ke depan dan Luna langsung menariknya dengan kencang. Bertubi-tubi Luna menendang perut dan dada Zaenal dengan lututnya hingga nampak cairan hitam menyembur di lantai putih itu.
10273.4K viewsCompletedAdded to Library 10.4K Times as gnawed
Read
+Library
Tak Terkalahkan Sejak Lahir

Tak Terkalahkan Sejak Lahir

Sekarang ia sudah bisa menggunakan sedikit teknik tingkat *Saint*. **AUMMM!** Di dalam mulutnya, sebuah lubang hitam kehampaan besar bermanifestasi, menelan pedang itu bulat-bulat dan mengunyahnya hingga hancur dalam beberapa kali gigitan. "Krenyes, rasanya seperti ayam!" Anjing hitam itu menjilat bibirnya dan mengejek dingin, "Masih ada lagi? Tambah lagi! Ini belum cukup kenyang!"
2.6K viewsOngoingAdded to Library 54 Times as gnawed
Read
+Library
Cinta Untuk Keturunan Terakhir Wolfric

Cinta Untuk Keturunan Terakhir Wolfric

Dengan rakus, Kaelan mengunyah setiap potongan daging, suaranya kasar, menggema di antara keheningan hutan. Giginya bekerja cepat, menyobek-nyobek daging, darah menetes dari sudut bibirnya. Setelah menghabiskan daging rusa dengan rakus, Kaelan menyusutkan kedua bibirnya, menjilat sisa-sisa darah yang masih melekat di sudut mulutnya.
101.0K viewsOngoingAdded to Library 24 Times as gnawed
Read
+Library
Berawal dari Taruhan, Berakhir Dipinang CEO Tampan

Berawal dari Taruhan, Berakhir Dipinang CEO Tampan

Telah benar-benar ia temukan gurat wajah yang diliputi dendam, amarah, lapar, dan ketidakpercayaan. Ganes mencoba menggeram. Ia mulai paham kenapa binatang liar yang tadinya minum dengan tenang, kini mulai berlari tunggang langgang. Wajahnya bukan lagi menyiratkan keserakahan. Melainkan keinginan untuk makan demi bisa bertahan. Ia mengulum senyum sebentar. Namun, mimiknya kembali datar dengan cepat saat terdengar gemerisik dedaunan di atas pohon tak jauh darinya.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 95 Times as gnawed
Read
+Library
Kultivator Inti Semesta

Kultivator Inti Semesta

Setiap gigi tajam yang terpatri dari kegelapan menggigit tanpa ampun, menyobek sisa-sisa daging yang masih melekat di tulangnya. Suara koyakan terdengar seperti gema dari neraka. Tubuhnya sudah tidak lagi menyerupai manusia, melainkan hanya sekumpulan sisa yang diperebutkan oleh jiwa-jiwa yang menjerit dalam kepuasan kelam. Lidahnya ditarik dengan keras dari mulutnya, suara robekan terdengar dalam dentuman lembut namun tajam, lalu lenyap dalam kunyahan. Ia ingin menjerit, ingin mengeluarkan suara, tapi tidak bisa. Tenggorokannya telah hancur, suaranya tertelan di antara lolongan ribuan jiwa yang terus mengelilinginya.
9226.9K viewsOngoingAdded to Library 8.9K Times as gnawed
Show Reviews (106)
Read
+Library
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Dillah_whj
izin promosi ya kk ... ayo kk/mas jangan lupa mampir kecerita saya judulnya: Diary Dira kisah tentang seorang pramugari yang berusaha sembuh dari luka akibat penghianatan kekasihnya yang ternyata sudah melangsungkan pertunangan dengan wanita lain. Ada juga pak tentara tampan yang akan nyembuhin
Read All Reviews
MADU YANG BERACUN

MADU YANG BERACUN

Dia menggigit bibir bawah karena merasa sangat khawatir Sebuah nada pendek terdengar dari ponsel Jenar menandakan ada pesan masuk, dia segera memeriksanya. Mata wanita itu melotot seperti hendak keluar melihat gambar yang dikirim oleh Jafar, lelaki itu sedang dalam perjalanan menuju dimana tempat Eros bekerja.
105.5K viewsCompletedAdded to Library 165 Times as gnawed
Read
+Library
Lima Jari Playboy

Lima Jari Playboy

ketika menyuarakannya, mulutku sepertinya kelewat monyong. Rupanya, kelakuanku memancing tawa Gwen. Dia yang tadinya ingin meneguk ice tea-nya jadi tak jadi dan hampir tersedak, “Wahahaa! Si gila! Itu harimau dodol!” kelakarnya. “Hooo iya! Suara banteng gimana, ya?” “CIP CIP CIP!” “Cip Cip! Cip!” ulangku dengan nada protes. Gwen rupanya lebih ngaco. “Cap cip cup?!”
9.320.4K viewsOn holdAdded to Library 510 Times as gnawed
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status