Duda Tetangga
Memastikan apakah pendengarannya sama dengan pikirannya, bahwa yang datang itu adalah tetangga barunya.
"Sudah tidur, sepertinya kecapean," jawab si pria yang garis wajahnya begitu tegas dengan alis tebal dan hidung mancung dihiasi kacamata minus. Pria yang merupakan sahabat lama Vina itu mendaratkan bokongnya di sofa setelah dipersilahkan duduk.
"Kamu sudah ke Pak RT, melapor jadi warga baru?"
"Belum, mungkin besok saja. Kamu, bisa antar aku ke Pak RT, kan?"