Dendam Wanita Yang Difitnah
Tangan kami saling menggenggam, saat memandang wajahnya baru aku tersadar jika wanita baik ini adalah salah satu orang yang kurindukan.
"Iya Bu Mirna. Ibu sudah bebas?" Mata wanita itu tak beralih menatap wajahku.
"Sudah, Ning, kamu apa kabar."
"Saya baik, Bu, ya Allah." Wanita itu memelukku sambil menangis.
"Ayo, Bu, masuk ke dalam kebetulan Nyonya sama tuan sedang keluar." Ia menarik lenganku sambil celingukan.
Aku tak banyak bertanya selain patuh pada perintahnya, selain itu banyak hal yang ingin kutanyakan pada wanita ini, tentang Mas Ilyas juga tentang putriku Delia, kuhitung sekarang usianya sudah dua puluh enam tahun.
Hot Chapters