TEMAN HIDUP
Sesampainya di kantor, Adia tengah mengerucutkan bibir.
"Telat lima menit, Hanif!" Adia menggerutu.
"Maaf, ya, Sayang. Tadi agak macet," balas Hanif, berusaha tersenyum di tengah jaket yang dikenakannya kebasahan.
Adia mengambil payung dari tangan Hanif, melenggang terlebih dahulu ke mobil. Sementara Hanif menautkan alis melihat tingkah istrinya.
"Mau makan dulu nggak?" tanya Hanif.
Hot Chapters