BUKAN MENANTU KAYA
“Ayo masuk, jangan sungkan.“ Bu Bos menimpali. Kami berdua masuk, duduk di hadapan mereka.
“I—kan, Abba ... Ikan.“ Khalid berceloteh saat melihat kolam dari balik jendela kaca yang besar.
“Iya, Lid. Itu kolam. Khalid mau lihat?“ tanya Bu Bos. Khalid langsung mengangguk.
Bu Bos langsung memanggil Art-nya. Menyuruhnya menemani Khalid. Sementara Pak Bos melepaskan kacamata, lalu menyandarkan punggungnya.
“Gini, San, tujuan ane nyuruh ente kemari buat bahas kerjaan,“ katanya sambil mendongak, menatapku. Aku mengangguk paham.
“Ente sudah tahu kan kalau ane udah bawa pengganti ente?“ tanyanya.
“Tahu, Pak Bos.“ Aku menjawabnya pelan.
“Nah, itu yang mau ane bahas sekarang. Karena sudah ada
Ismail,
Hot Chapters