Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Ketika Bertemu Denganmu

Ketika Bertemu Denganmu

Seakan tenaganya berada pada titik dasar. Tiba-tiba saja, satu kehangatan terasa menggenggam tangannya. Dia bahkan mendengar suara bergumam tidak jelas. Belva berusaha memahami perkataan yang terdengar telinganya, tapi seakan dirinya sedang berada di sebuah tabung yang meredam suara luar untuk tidak bisa masuk sepenuhnya.
1017.1K viewsCompletedAdded to Library 496 Times as hamba mu
Read
+Library
Kamu Milikku

Kamu Milikku

Ketika Jonny keluar dari rumah megah itu, dia berpapasan dengan Hamza benslimen dan juga istrinya. "Selamat malam, Pak Hamza!" ucap Jonny sambil menunjukkan seringai liciknya. "Apa yang ingin kalian lihat dan harapkan dari pertemuan malam ini?" dia mengejek seperti sudah mengetahui ending dari acara tersebut. Hamza dan Heba saling berpandangan, lalu menoleh lagi pada Jonny. "Apa maksudmu?" Hamza bertanya.
1033.9K viewsCompletedAdded to Library 677 Times as hamba mu
Read
+Library
PAPA MUDA

PAPA MUDA

Tidak pecah apalagi hancur. Bersambung
108.6K viewsCompletedAdded to Library 224 Times as hamba mu
Read
+Library
Suamiku Musuhku

Suamiku Musuhku

Hendra kini terdiam kaku di hadapannya. Hendra menuangkan minuman. Dia yang semula berwajah angker, perlahan memperlihatkan senyuman. Amanda masih saja tidak mengerti. Dia menggelengkan kepala dan menampis gelas yang sudah disodorkan tepat di hadapannya.
104.9K viewsOn holdAdded to Library 112 Times as hamba mu
Read
+Library
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Menggugah selera. "Mbak, maaf. Haruan cacapan limau kuit tolong diganti jadi menu lain!" sela lelaki berseragam loreng itu. Mataku membeliak, menatap lelaki yang selalu bertindak sesuka hati itu. Sebelum aku membuka mulut, Mas Brian kembali berujar. "Dev, kamu punya asam lambung. Jangan makan yang asem dan juga pedas! Mas gak mau kamu jatuh sakit dan harus di opname lagi!"
103.0K viewsOngoingAdded to Library 90 Times as hamba mu
Read
+Library
HURT

HURT

Anak laki-laki itu terus-terusan berseru heboh: “Bunganya mekar! Bunganya mekar” Hyuk, nama anak laki-laki itu. Putra semata wayang Ae Ri. Harta paling berharga di hidupnya. Hyuk sangat menyukai musim semi sejak usia enam bulan. Putranya itu mengoceh dengan bahasa bayinya dan menggerak-gerakan tangan ke udara setiap kali Ae Ri mengajaknya jalan-jalan ke taman saat puncak musim semi. Lalu, semenjak bisa berbicara dengan lancar dan jelas, Hyuk selalu heboh setiap kali melihat pohon plum di samping rumah mereka mekar. Setelah itu, anak laki-laki itu akan merengek ingin jalan-jalan ke taman sambil membawa camilan.
103.3K viewsOngoingAdded to Library 72 Times as hamba mu
Read
+Library
Terikat Denganmu

Terikat Denganmu

Eun Hyung mengangguk memastikan. "Kalau begitu ini saya bawa, mohon tunggu sebentar ya kak." Pramusaji itu membawa buku menu dan undur pamit. Setelah kepergian pramusaji itu, Joo In berkata "Gak nyangka ya, kita bisa ngabisin waktu tiga jam cuma buat main di Time Zone." "Iya, seru banget sumpah, sampe gak sadar waktu." sahut Lucia sambil melihat jam di ponselnya.
307 viewsOngoingAdded to Library 8 Times as hamba mu
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status