Kesempatan Kedua Di Tanah Jajahan
Miarosakesempatan keduacerita pendek tentang penjajahan belandaIstri Keduahijrah ke habasyah yang kedua
"Kamu terlihat seperti orang yang baru saja melihat hantu, Willem."
Suara itu datang dari pintu penghubung yang terbuka. Hendrik, seorang jurnalis Belanda bertubuh tambun dengan kemeja yang selalu tampak berkerut, melangkah masuk tanpa diundang. Hendrik adalah satu-satunya teman yang tahu mengapa Willem bersikeras meminta penempatan di Semarang padahal kariernya di Batavia bisa jauh lebih cemerlang.
"Aku memang baru saja melihat hantu, Hendrik," jawab Willem parau. "Hantu dari masa lalu yang sekarang berjalan dengan kebaya cokelat dan mata sedingin es."
人気のチャプター