Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bintangku

Bintangku

Dan menjadi satu-satunya orang yang bisa dilihat saat pertama kali terbangun. Seperti itulah pikir Raka. Tapi siapa sangka jika ruangan rumah sakit yang seharusnya tenang dan damai karena menjadi tempat peristirahatan seorang pasien, bisa seramai pasar malam hanya karena kehadiran seorang lelaki yang sedang bermain Games Online di ponselnya. "Wah ... wah ... wah ... GILA! MATI AKU. WEH ... BALIK-BALIK!!! ADA MUSUH ...," jerit seorang lelaki muda berusia 17 tahun, membuat gaduh ruangan tersebut.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai hanya satu pintaku
Baca
+Pustaka
ONLY YOU

ONLY YOU

Jiasu yang tampak dingin menghalangi pintu tersebut. "Oh, barangku tertinggal didalam," ucap Xiyi gugup. "Barang apa? Kenapa bisa disini?" tanya Jiasu. Xiyi terdiam sejenak memikirkan alasan yang menurutnya tampak masuk akal. "Emm tadi saya tidak sengaja masuk, setelah mendengar suara dari dalam," jawab Xiyi dengan terbata. "Tunggu biar saya ambilkan."
92.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai hanya satu pintaku
Baca
+Pustaka
May I Go ? (Indonesia)

May I Go ? (Indonesia)

Tinung tinung tinung Tinung tinung tinung "Sayang? Kenapa pintunya belum di buka?" Tinung "Sayang-" Aku mendongak, dan tidak menemui siapapun diruangan ini. Tinung tinung tinung, Suara bel itu masih terdengar. Aku menyandarkan tubuhku di sofa dengan penuh kepasrahan. Aku mengusap kasar wajahku kemudian bangkit berdiri. Menyiapkan tiga lembar uang dari dompetku sebagai tip.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai hanya satu pintaku
Baca
+Pustaka
Dance in the Rain

Dance in the Rain

Klik! Terbuka. Pintu tidak dalam keadaan terkunci. "Pintunya nggak dikunci? Ceroboh banget gadis ini. Gimana kalau ada orang jahat yang masuk?" "Lo jadi satu-satunya orang jahat sekarang, Aksara!" bisikku pada diri sendiri. Setengah merasa malu akibat melakukan perbuatan tak terpuji ini. "Rain," panggilku dengan suara sepelan mungkin.
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai hanya satu pintaku
Baca
+Pustaka
Akibat Bos Wanita Itu, Sang Dewa Medis Turun Gunung

Akibat Bos Wanita Itu, Sang Dewa Medis Turun Gunung

Pemuda di semester akhir kuliah itu tampak berdiri di depan sebuah pintu apartemen mewah yang menjadi tujuan terakhirnya malam tersebut. Sekian lama menunggu, pintu tersebut tidak terbuka, dan hal itu membuat Nathan–nama panggilan Nathaniel–menautkan alis. ‘Apa penghuninya tidak di rumah?’ pikirnya seraya melihat sekeliling. Hanya ada satu pintu di lantai ini, menunjukkan bahwa pemilik apartemen ini adalah satu-satunya penghuni satu lantai tersebut. ‘Haruskah kutinggalkan saja paketnya di sini?’ pikir Nathan, ingin segera menyelesaikan tugasnya. ‘Sudahlah, kutinggalkan saja ….’
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai hanya satu pintaku
Baca
+Pustaka
Hanya Kau Milikku

Hanya Kau Milikku

kesal Tina. "Aku bukan diskriminasi tapi itu faktanya, bukan?" "Cukup, ayah!" Alia berjalan masuk ke kamarnya sedangkan Tina pulang ke rumahnya. Menir mengetuk pintu kamar putrinya beberapa kali. "Ayah bisa tidak sih menghargai perasaanku?" Alia berteriak dari kamarnya. "Ayah hanya ingin kau bahagia, hanya itu. Lihat ayah! Ayah sudah tua dan ayah tidak tahu umur ayah sampai kapan akan bertahan." Menir mengetuk lagi pintu kamar Alia dengan lembut.
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai hanya satu pintaku
Baca
+Pustaka
30 Days With Mr. Vague

30 Days With Mr. Vague

Hanya ia satu-satunya orang yang memiliki akses. "Sial!" umpatku sambil memukul pintu sekali lagi. Sungguh semua ini membuatku gila.
107.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 228 kali sebagai hanya satu pintaku
Baca
+Pustaka
Kamu Hanya Milikku Seorang

Kamu Hanya Milikku Seorang

Revisi (19-10-2021) Setelah Yuna berlari dengan cepat dan tergesa-gesa, akhirnya dia sampai tepat di depan pintu klub ruangan melukis. Orang orang sudah ramai berkumpul di depan pintu, namun tidak ada yang berhasil berani menghentikan mereka. Yuna langsung membuka pintu dan masuk ke dalam sambil berteriak. "Alex hentikan!" Yuna menarik Alex menjauh dari Sora dan mengekangnya.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai hanya satu pintaku
Baca
+Pustaka
Hanya Sebatas Ibu Susu

Hanya Sebatas Ibu Susu

Tok… tok… tok. Ketukan pintu membuat Rafa tersadar dalam lamunan, ia berusaha untuk tetap tenang. Berpura-pura tetap fokus pada berkas yang ada di mejanya agar tidak ada yang mencurigai dirinya yang sedang gelisah. Tak lama terdengar pintu terbuka dan muncul sosok seseorang yang membuat Rafa tercengang.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai hanya satu pintaku
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status