BUKAN BENALU (Pewaris sesungguhnya)
Tapi Hilya tetap diam, fokus pada neneknya, hanya sudut matanya sesekali melirik pemuda gondrong itu tanpa berkata apa pun.
“Wah, pasti enak ini,” ujar Bu Salma sambil mengambil sepotong bolu dengan senyum hangat. Baru satu gigitan saja, matanya langsung berbinar. “Enak sekali! Hilya, kamu sudah cocok jadi istri, nih. Udah manis, pintar, bisa masak lagi,” candanya sambil terkekeh.
Bab Populer