Penghuni
Pak Burhan telah menabur kejahatan yang luar biasa, dan pada akhirnya, kejahatan itu sendiri yang menjemput nyawanya dengan cara yang sama menyiksanya.
"Udah, udah," Heru menepuk meja pelan, memecah ketegangan. "Berita ini bukan buat bikin kita takut lagi, tapi buat nandain kalau semuanya bener-bener udah berakhir. Akarnya udah dicabut. Kita sekarang bisa fokus kuliah, fokus hidup kita masing-masing."
Aku mengangguk mantap. Heru benar. Kami telah melewati badai yang mengerikan dan berhasil keluar sebagai penyintas.
Hot Chapters