Kali Kedua
Dan seketika dia menghela napas dengan sangat panjang di sisiku, "Jadi gimana, Rin? Kamu masih mau bertahan? Atau kamu mau kasih kesempatan untuk cinta lain yang memang udah nunggu jawabanmu?"
Aku terpaku.
Mencari jawaban pada diriku sendiri, dan bertanya, sebenarnya, apa yang saat ini kumau?
Haruskah aku bertahan?
Sedangkan sampai selama ini, rasanya, aku memang tetap berjalan di tempat.
Tak ada kepastian, tak ada kemajuan.
Semuanya tetap sama, tak lebih dari sekedar pengagum rahasia dan pujaan hatinya.
Bab Populer