BUKIT TENGKORAK
Letnan bermata biru itu tak menduga keduanya akan kembali.
“Kami pejuang, kami punya harga diri tapi kami juga bisa lapar.” Bulan menurunkan hasil jarahannya. Lumayan, ada labu, jagung, pisang, tomat juga sawo. Hasil panen yang bisa untuk mengganjal perut.
“Kenapa ada asap di rumah itu,” gumam Smith yang terus meneropong rumah itu.
“Aku membakar gudang tempat menyimpan makanan,” jawab Bulan sambil mengupas pisang matang. Bahagia sekali rasanya ketika ia berjumpa dengan makanan.