Candu Dekapan Kakak Ipar
Layar ponselnya tak lepas dari genggaman, seolah dengan menatapnya terus-menerus, nama Djiwa akan tiba-tiba muncul.
Tidak ada.
Tidak satu pun.
Pintu terbuka pelan. Sandy masuk dengan raut wajah serius, terlalu serius untuk membawa kabar baik.
“Ada?” suara Radja serak, nyaris seperti bisikan.
Sandy menarik napas dalam sebelum bicara. “Tuan … pencarian sudah menyeluruh. CCTV kota, rumah sakit, klinik, penginapan, transportasi umum. Semua jalur sudah kami sisir.”