Oleh-oleh dari Mertua
Ia tertawa ringan, terdengar malu, "Ia, Sayang. Mas belum makan seharian."
"Hah? Kenapa gak makan?"
"Gak kepikiran makan. Yang dipikiran itu hanya kamu saja."
"Gombal!"
"Kok, gombal. Itu kenyataan, Sayang. Setiap teringat akan ketemu kamu, langsung jantung dag dig dug kencang. Terus hati itu serasa dikelitik. Rasanya gak sabar pengen cepat-cepat ketemu."
"Gak makan seharian, masih kuat aja tadi datang langsung sergap?" Aku mencebik.