Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sekeping Hati yang Bertahan

Sekeping Hati yang Bertahan

Di balik setiap sapaan manis, ada bisikan-bisikan yang menunggu untuk menjatuhkannya. “Wulan, wah, makin cantik aja nih!” salah satu dari mereka menyapa Wulan dengan senyum lebar. Wulan membalas dengan senyum hangat, meski hatinya tahu bahwa pujian itu tidak sepenuhnya tulus. "Terima kasih, Tante. Tante juga kelihatan cantik sekali hari ini."
3.0K viewsOngoingAdded to Library 68 Times as hati tepuk tangan
Read
+Library
Hati yang Remuk dan Mati

Hati yang Remuk dan Mati

Tapi saat ini, dia melipat tangannya di depan dada, dan cemberut dengan marah. "Ayah, kamu pilih kasih pada ibu. Setiap kali kamu selalu kupas udang untuknya, barulah kupas untukku. Hari ini adalah hari ulang tahunku, apa nggak bisa kasih aku dulu?" Bibir merah muda Sheila sedikit terangkat, dan dia hendak mengupas udang untuk putrinya, tetapi Hugo menghentikannya. Dia mengusap kepala putrinya, dan tersenyum lembut.
36.2K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as hati tepuk tangan
Read
+Library
Saat Hati Menyesal

Saat Hati Menyesal

“Eh, ya ampun, aku jadi lupa. Memangnya anakmu masih ada?” Aku mengayunkan tangan sekuat tenaga, menampar pipi kirinya dengan kekuatan seratus dua puluh persen. Dalam sekejap, pipi kirinya membengkak sampai terlihat jelas bekasnya. Dia bahkan belum sempat bereaksi. Plak! Satu tamparan mendarat lagi di pipi kanannya.
8.3K viewsCompletedAdded to Library 190 Times as hati tepuk tangan
Read
+Library
Hati yang Tak Pernah Siap

Hati yang Tak Pernah Siap

Bunyi benturan kepala terdengar jelas sebelum tubuhnya ambruk ke lantai. Dunia seakan berhenti sejenak. Adrian langsung menerjang Rayyan, matanya merah karena amarah. “BAJINGAN!!!” Bugh! Satu pukulan keras mendarat di rahang Rayyan. “KAU MELUKAINYA!” Dugg! Adrian menghantam perut Rayyan dengan tinju yang tak terkendali. Rayyan mencoba melawan, tapi Adrian lebih cepat. Ia menghantam dada Rayyan, lalu sekali lagi ke wajah hingga pria itu terjatuh.
1.6K viewsOngoingAdded to Library 62 Times as hati tepuk tangan
Read
+Library
Pertaruhan Hati di Tengah Dendam

Pertaruhan Hati di Tengah Dendam

Enam tahun kemarahan dan penghinaan yang tertahan meledak dalam sekejap. Aku menerjangnya, dan mengangkat tangan. "Diam!" Namun dia tiba-tiba menjatuhkan diri ke belakang sebelum telapak tanganku sempat menyentuh wajahnya. Lututnya menghantam lantai keras, dan kulit tergores. "Ah!" Dia menjerit kesakitan, air mata langsung menggenang di matanya. Julian menerobos masuk mendengar suara itu dan melihat Sabrina tergeletak di lantai.
18.8K viewsCompletedAdded to Library 750 Times as hati tepuk tangan
Read
+Library
Hati Yang Terluka

Hati Yang Terluka

Tak ada sedikitpun kata-kata yang dilontarkan Laila pada mereka, karena sudah terlanjur sakit hati. "Bu, ibu!" teriak Dito tanpa memperdulikan perasaan Laila. Dia berteriak seolah tak menganggapnya ada. Sakit rasanya sampai-sampai air mata Laila mengalir begitu saja.
669 viewsOngoingAdded to Library 26 Times as hati tepuk tangan
Read
+Library
Ikatan Yang Ditakdirkan

Ikatan Yang Ditakdirkan

Tukas Zayyad tanpa ekspresi. "Hi..hi.. tenanglah! Aku punya cara agar kau tidak pingsan selama memijat ku" ___
1021.4K viewsCompletedAdded to Library 854 Times as hati tepuk tangan
Read
+Library
Pertengkaran Hati

Pertengkaran Hati

Timpalku dengan terkekeh. "Tapi kamu suka kan, Buk?" goda Pak Hari dengan senyum khasnya. Aku mengerutkan dahiku mendengar kalimat yang dilontarkan Pak Hari. "Iiissh! Udah deh, Pak. Ganjen amat, sih." Laki-laki ini tertawa, dan sepertinya bahagia sekali. "Iya, deh. Papa ke lapangan dulu, ya, ma." "Geli tau Pak dengernya."
102.5K viewsOngoingAdded to Library 94 Times as hati tepuk tangan
Read
+Library
Audacity

Audacity

Semua penonton bertepuk tangan. Adrian begitu bahagia sampai kedua tangannya mengepal ke sebelah kiri dan kanan kepala. “Yeess!” Dia bahkan berputar. Jarang sekali dia beraksi seperti ini. Tuhan, terima kasih sudah memberi kebahagiaan.
9.714.6K viewsCompletedAdded to Library 321 Times as hati tepuk tangan
Read
+Library
KAMPUNG HALIMUN

KAMPUNG HALIMUN

Hihihihihi Hihihihihi HIHIHIHIHI “Ahhhhhhh.” “Urang inget jelema eta nepi ka sujud-sujud, nepi ka nyembah-nyembah ka urang sangkan menta pitulung jang ngajaga tilu keluarga ieu. (Aku ingat manusia itu sampai bersujud-sujud, sampai menyembah-nyembah kepadaku agar aku bisa menolongnya untuk menjaga tiga keluarga ini.)”
9.631.3K viewsCompletedAdded to Library 814 Times as hati tepuk tangan
Show Reviews (22)
Read
+Library
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Joy Julia
Sepertinya mending selesaikan Warung Tengah Malam dulu Thor, sudah terlanjur seru, biar bs fokus satu per satu dulu. Kampung Halimun seru jg, tp blm panas. Bakal geregetan kalau disana masih bersambung, disini bersambung
Read All Reviews
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status