Patah
“Kenapa kamu ngelihat bayangan di cermin itu seperti meledek dan menghina? Karena kamu berpikir seperti itu. Kamu terbiasa direndahkan, lalu kamu merasa rendah. Itu yang kamu keluarkan, itu yang kamu lihat di cermin. Iya kan?”
“Iya.”
“Tapi tau nggak sih kamu, kalau kamu tuh hebat?” Manggala hanya mendengus sekali. “Kamu bisa tetap bekerja normal dan berprestasi. Itu hebat, Manggala.”
“Kamu nggak tau kan usaha aku seperti apa?”
“Aku tahu, dan kamu berhasil.”
“Nope. Aku gagal.”
“Kamu salah. Kamu berhasil.”
“No—”
“Kalau pun kamu gagal, mau sampai kapan kegagalan itu kamu simpan di kepala? Justru kamu harus pasang banyak cermin untuk lihat keberhasilan kamu apa.”
Hot Chapters