Naga Penakluk Hati
Aku pun mulai membalasnya, tanganku melingkar di lehernya, menariknya lebih dalam ke dalam kekacauan yang kubuat sendiri.
Saat tautan itu terlepas, kami berdua terengah-engah. Ikaruz menatapku dengan mata biru yang kini berkabut, air mata mulai menggenang di sudut matanya. Sepasang mata yang sebiru langit musim panas kini meredup, digantikan oleh kabut duka yang begitu pekat. Tangannya yang memegang pundakku gemetar hebat, bukan karena amarah, melainkan karena rasa sakit yang tak tertahankan. Satu tetes air mata jatuh, membasahi kain jubah sucinya yang putih bersih.
ตอนยอดนิยม