Cinta Tanpa Isyarat
Ia membiarkan Zahra menumpahkan semua kesedihan yang di alami gadis itu di dalam dekapannya.
“Udah, tumpahkan saja kesedihanmu, aku siap kok dengerin,” katanya, suaranya mengalun lembut, seperti angin malam yang menyerap ke dalam tubuhnya.
Zahra tak menjawab, setidaknya pelukan ini bisa menghangatkan hatinya yang dingin, seperti kutub utara. Gadis itu memejamkan matanya, mencoba untuk mencari kehangatan yang perlahan mulai masuk ke dalam hatinya. Dekapan itu, walaupun terlihat biasa saja, namun bagi Zahra terasa ada kehangatan tersendiri yang sulut untuk diungkapkan lewat kata-kata.
Hot Chapters