Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
ARTUR

ARTUR

tanya jenderal Banin. "itu yang jadi masalah besar jemderal penawar dari racun itu tidak pernah di ketahui" jawab tabib itu. >> Di depan kamar tuan Arfen Artur menunggu gurunya pulang Artur marah karena dia harus berlatih sendiri tanpa gurunya. "hei Artur kenapa kau disini? " tamya guru Jeje "aku menunggu guru Arfen dia harus menjelaskan kenapa dia pergi tanpa mengatakan sesuatu padahal aku sudah menunggunya lama"
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai hellbent
Baca
+Pustaka
Klandestin

Klandestin

Harus tersingkir sebelum berjuang. Sosok itu yang tak lain Daksa mengeraskan volume musiknya yang tersambung dengan headset, tak peduli jika telinganya akan bermasalah nanti. Ia ingin marah kenapa harus begini. Kalau saja ia tahu Batara akan bergerak secepat ini, maka sudah ia dekati Bestari jauh-jauh hari. Bibirnya tersenyum miring. Bukankah tadi Bestari akan berhenti jika hubungan itu tetap diam di tempatnya, artinya Bestari belum suka dengan Batara. Ini kesempatannya, ia akan menerobos celah sempit yang ada, lalu boom. Bestari menjadi miliknya. Semudah itu.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai hellbent
Baca
+Pustaka
Wolfsbane

Wolfsbane

"Keluarkan saja semuanya, Elaine." Ada sesuatu seperti kelopak berwarna putih yang turut keluar. Byll terjengit. Ia mundur beberapa langkah sebelum pergi dengan perlahan. Byll pernah membaca bahwa penyihir dengan ilmu hitam perlahan-lahan akan kehilangan sisi kemanusiaannya. Warna hitam pekat tadi adalah pertandanya, bahwa ada sihir hitam yang mengalir dalam dirinya. Bila keadaan semakin buruk, Elaine mungkin tidak akan pernah bisa menjadi manusia kembali. Dia akan menjadi iblis.
8.94.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai hellbent
Baca
+Pustaka
Aku Bangkit dari Lembah Neraka

Aku Bangkit dari Lembah Neraka

gumam salah satu penjaga. Di hadapan mereka, lembah terbentang seperti mulut raksasa yang menelan cahaya. Kabut hitam menggantung di udara, berputar pelan, dan dari sela-selanya tampak kilau merah samar, batu-batu besar yang bersinar seperti bara menyala. Lembah Neraka Batu. Tempat pembuangan para pengkhianat, penjahat, dan murid terkutuk. Tak seorang pun pernah kembali dari sana.
106.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 165 kali sebagai hellbent
Baca
+Pustaka
THE DEAD WALK

THE DEAD WALK

Tak lagi hanya bertahan, tapi membangun. Namun jauh di luar jangkauan mereka, di sebuah bunker tersembunyi di pegunungan, sosok manusia setengah mesin terbangun dari tidur panjangnya. Matanya menyala merah. Di sisi tengkoraknya terukir huruf tebal: Z-01: Null Reincarnated Ia menatap langit-langit, lalu berkata dengan suara yang nyaris tak terdengar, “Dunia belum selesai denganku.”
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai hellbent
Baca
+Pustaka
Broken Angel

Broken Angel

Seluruh cadangan kata-kata yang Angel miliki seakan tersedot kembali ke dalam tenggorokan setelah mendengar kalimat tajam yang Ben ucapkan. Setiap berhadapan dengan suaminya ini entah mengapa membuat Angel seakan membeku. Entah karena auranya yang begitu kuat sehingga terasa sangat mengintimidasi atau karena pada dasarnya Angel memang tidak akan bisa melawan meski sekuat apa pun ia mencoba karena pada akhirnya Benlah yang akan menang. Ben akan melumpuhkan Angel dengan senjata pamungkasnya yang terus diulang-ulang seperti mantra itu.
5.54.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 188 kali sebagai hellbent
Baca
+Pustaka
REVENGE OF MY HUSBAND

REVENGE OF MY HUSBAND

"Welcome to the hell bastard!" ♣♣♣ TO BE CONTINUED....
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai hellbent
Baca
+Pustaka
Sweet Revenge

Sweet Revenge

Dengan nafas terengah karena kesakitan, laki-laki itu menempelkan ponsel ke telinganya. "Hallo, ini aku Harry Barton. Aku punya berita eksklusif untukmu..."
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai hellbent
Baca
+Pustaka
Pembantu Berbahaya

Pembantu Berbahaya

Nafasnya yang berat bercampur dengan aroma darah dan obat, menciptakan atmosfer yang memabukkan. Dia tidak lagi sekadar mengobati. Ujung lidahnya yang terampil kini bergerak lebih dalam, lebih intim, menelusuri setiap luka di bibir Alya dengan tekanan yang membuatnya merintih lembut. Rintihan itu seperti sebuah campuran antara rasa sakit dan sensasi yang tak tertahankan. Seperti bensin yang menyulut api nafsu Axton. Dia mendesah parau, tangannya yang semula menempel di sandaran kursi kini berpindah ke pundak Alya, mencengkeram dengan kuat seolah takut wanita di hadapannya akan lenyap menjadi bayangan lagi.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai hellbent
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status