Istri sebatas harapan
lirih Arin dengan wajah sendu.
“Masih dijalan mungkin. Nggak apa-apa mulai aja, yuk. Ada Aki sama Nini, ‘kan.” Terpaksa aku menjelaskan seperti itu, padahal belasan chat w******p hanya dibaca Farid tanpa niat membalas. Doa dipimpin papa mertua, kemudian anak-anak menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Perlahan senyum Arin merekah saat teman-temannya begitu ceria bernyanyi bersama. Lanjut potong kue, Arin didampingi mama mertua memegang pisau, di potong kue itu yang ia suapi pertama kali diberikan ke Aki lalu Nininya. Papa memeluk Arin erat, aku bisa melihat papa menahan air mata, pun mama. Giliran aku, Arin menyuapiku, lalu mencium kedua pipi, terakhir Nazwa, keduanya berpelukan. Aku haru mel
Hot Chapters