Air Mata Aruna
sengit Dinatri menatap Aruna yang terlihat bingung atas ucapan wanita muda itu.
Aruna akhirnya mengerti dengan apa yang terjadi. Kemudian ia pun membela diri, “Eh! Dengar kampungan. Aku bukannya tuli. Aku tadi itu pakai earphone. Mana aku tau ada yang teriak panggil aku. Lagian, ngapaen juga sih, panggil aku? Kan, ada menantu barunya....”
“Dasar manusia kagak punya hati! Kalau ternyata papa nggak tertolong gimana?” tanya Dinatri menatap kesal pada Aruna yang tersenyum sinis.