Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
GodTales: Terjebak di Dunia RPG (Role-Playing Game)

GodTales: Terjebak di Dunia RPG (Role-Playing Game)

ucap Aria kepada pria yang baru dipindahkan oleh dirinya. Garban yang masih memproses apa yang sedang terjadi sedikit panik, "S-siapa kau?!" Aria tersenyum lebar menjawab pertanyaan Garban. "Komandan pasukan ini. Sekaligus raja dari Ordioth." Garban yang mendengar itu tidak dapat menahan ejekannya, "Kau raja itu? Kau sangat lemah." Tapi Aria tidak menanggapinya dan membalas perkataan Garban, "Oh? Kau masih bisa mengatakan itu setelah melihat anak-anak tersayangmu itu aku bunuh?"
8.89.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 235 kali sebagai hidan no aria
Baca
+Pustaka
Kultivator Jiwa Modern

Kultivator Jiwa Modern

Suaranya bergema, datar tapi lembut. “Selamat datang di dunia yang baru bangun.” Risa mundur, suaranya gemetar. “Kau... siapa?” “Aku gema dari dunia lama,” jawab sosok itu. “Dulu kalian menyebutku Aria, inti dari Jiwa Dunia.” Kael terdiam. “Jadi... dunia ini sadar?” “Sudah sejak lama,” Aria menjawab. “Hanya saja, kalian terlalu sibuk mendengar teriakan kalian sendiri.”
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai hidan no aria
Baca
+Pustaka
Gadis Persinggahan

Gadis Persinggahan

"Lazarus bukan musuh terakhir kita, Tri. Dia hanyalah cangkang. Sesuatu di titik nol ini... ia sedang menunggu kita. Sesuatu yang bahkan Raihan sendiri pun takut untuk menyentuhnya." Tiba-tiba, Aria masuk ke ruangan itu dengan langkah yang kaku. Anak itu menatap layar monitor, lalu menatap Tri dengan pandangan yang sangat dewasa, jauh melampaui usianya. Aria membuka mulutnya, namun suara yang keluar bukan suara anak-anak, melainkan suara lembut yang sangat dikenal Tri. "Tri... jangan datang mencari ibu di sini," bisik Aria dengan suara Saraswati yang sempurna. "Apa yang tersisa di sini bukan lagi manusia yang kau kenal. Dia sedang lapar."
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai hidan no aria
Baca
+Pustaka
Obsesi Liar Kakak Iparku

Obsesi Liar Kakak Iparku

“Dan asal lo tau Nadine, gue jauh lebih sadis kalo lo mau. Gue bakal hancurin semuanya tanpa sisa.” Diaras cukup untuk membuat mata lelaki melirik, Aria segera memakai hoodie hitam besar. Ia sengaja memakai hoodie agar menutupi baju yang ia pakai saat ini, karena bagian dada cukup terlihat karena buah dada Aria besar dan juga sangat ketat pada tubuhnya. Tadinya Aria ingin langsung keluar memakai semuanya, namun ia tak mungkin berpakaian mencolok seperti itu.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai hidan no aria
Baca
+Pustaka
PELAYAN ISTANA PEMUAS TUAN PUTRI

PELAYAN ISTANA PEMUAS TUAN PUTRI

Pemimpin mereka adalah Aria, seorang wanita muda yang memiliki kekebalan langka terhadap pengaruh temporal karena ia lahir di zona netral antara Kael dan Obsidian. ​"Kebebasan bukan tentang melakukan apa yang benar," Aria berpidato di depan kelompoknya. "Kebebasan adalah hak untuk melakukan kesalahan. Selama Kaelen-Zephyrus ada, kita semua hanyalah karakter dalam mimpinya." ​Ujian di Lembah Keheningan
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai hidan no aria
Baca
+Pustaka
Mencintaimu Kesalahan Terbesarku

Mencintaimu Kesalahan Terbesarku

komentar Ara “Hahahah. I’m sorry dear,” balas Carista. "Lihat, Ra. Senyumannya bikin aku melayang ke udara. Keren banget," terang Carista sambil memandang ke arah orangnya. "Jagan ngehalu deh, Car. Sadar, ayo sadar kamu masih di bumi," cetus Ara "Pengen punya cowok kayak dia. Sempurna," jawab Carista yang sepertinya masih belum sadar
108.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 243 kali sebagai hidan no aria
Baca
+Pustaka
Titipan Cinta Bentara

Titipan Cinta Bentara

selidik Aria, Lara hampir memukul kepala gadis itu. “Kamu pikir aku belok? Hah?” Hardik Lara. “Maaf maaf saja ya, Ra. Tapi jika boleh jujur aku memang mengira kamu belok dan suka padaku.” Goda Aria, perut Laraterasa mual mendengar kalimat Aria barusan. “Heh, dengar ya, bocil! Sekali pun aku belok akan pilih-pilih juga dan tidak mungkin suka sama kutu kupret seperti kamu ini.” Sanggah Lara, Aria terbahak-bahak karenanya.
3.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai hidan no aria
Baca
+Pustaka
Menipu Sang CEO Buta

Menipu Sang CEO Buta

Dan Aria sepertinya sadar soal ini, karena dia terlihat semakin kesal. "Aku tidak butuh rasa kasihan darimu!" tolak Aria. "Baik! Aku cabut lagi rasa kasihan itu!" "Puh... Kau orang asing di sini! Seharusnya.." "Yah.. Orang asing yang lebih tahu banyak hal dari pada kau!" Ivy tersenyum puas. "Itu karena kau tidak tahu malu! Kau dengan seenaknya memaksa masuk ke sini!"
109.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 341 kali sebagai hidan no aria
Baca
+Pustaka
Antara Aku, Dia dan, Penghianat

Antara Aku, Dia dan, Penghianat

Aku kira mereka pacaran… Jantungku mencelos. Aku: Siapa cewek itu? Rina: Namanya Sarah. Mereka kelihatan akrab banget. Kamu pacarnya, Alya? Aku menatap layar ponselku dengan tangan gemetar. Jadi… firasatku benar. Dafa memang menyembunyikan sesuatu dariku. --- Malamnya, aku menghubungi Dafa. Ponselnya berdering beberapa kali sebelum akhirnya dia mengangkatnya.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai hidan no aria
Baca
+Pustaka
Arya Tumanggala 2

Arya Tumanggala 2

"Kemampuannya tinggi, Gusti Senopati. Dia juga cerdik sehingga bisa mengelabui saya dan tahu-tahu saja sudah menghilang di semak-semak." "Bedebah!" geram Arya Mandura kesal. Rakryan Rangga yang mendengar percakapan itu langsung memberi perintah. "Bawa sepuluh prajurit pemanah bersamamu dan cepat cari dia! Dia pasti belum terlalu jauh dari sini. Tangkap hidup atau mati!" ***
1015.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 474 kali sebagai hidan no aria
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status