Selir Yang Terlupakan
Tentang cuaca yang semakin hangat, tentang bunga melati yang akan mekar penuh bulan depan, tentang bagaimana rasanya bernapas lega tanpa rasa curiga yang mengikat dada.
"Kau tahu," katanya tiba-tiba, memecah keheningan dengan suara yang rendah namun penuh renungan, "dulu aku berpikir bahwa kedamaian itu berarti tidak ada perang. Bahwa selama tidak ada pedang yang terhunus di gerbang istana, maka semuanya baik-baik saja. Tapi sekarang... sekarang aku tahu. Kedamaian yang sesungguhnya bukan itu. Kedamaian itu adalah bisa duduk seperti ini di pagi hari, tanpa harus memikirkan siapa yang ingin menjatuhkanku. Tanpa harus bertanya-tanya apakah orang yang tersenyum padaku hari ini akan menusukku da