Dendam Dan Pengkhianatan
“Aku lebih baik mati dari pada harus hidup seperti ini buuuu....”
“Menanggung malu dan cemoohan orang-orang,”
“Hik, hik, hikkkkk....”
Gendis menghibah, seolah hilang harga dirinya. Dia benar-benar sudah tak ingin hidup dalam nista yang akan mengundang duka dan hal memalukan dalam hidupnya.
“Untuk apa aku hidup jika tak ada yang bisa aku banggakan lagi. Ibu, dan orang-orang pasti akan menertawakan hidupku.”