Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti

Mata Fendy memerah. Dia mencekek leher Sanny dengan kuat.
22.8K viewsCompletedAdded to Library 455 Times as hissed
Read
+Library
Sisa Rasa

Sisa Rasa

Selin merasakan getaran aneh yang menjalar kala Rendra memainkan putingnya dan menghisap dengan lembut. Ia mendesah kecil. Seolah malu dengan suaranya sendiri, Selin segera menggigit bibir bawahnya, mencoba menahan suaranya agar tidak lolos begitu saja. "Keluarkan, Sayang... jangan ditahan," bisik Rendra serak di sela kegiatannya. Suasana semakin panas. Rendra turun ke bawah. Namun saat ia hendak menyentuh area inti itu dengan lidahnya, Selin sempat menahan bahu Rendra.
10709 viewsOngoingAdded to Library 28 Times as hissed
Read
+Library
Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku

Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku

Adikku mengidap autisme. Para dokter menyebutnya "kelebihan rangsangan sensorik yang parah". Aturannya sederhana. Tidak boleh ada suara yang tiba tiba. Sama sekali tidak boleh. Jadi, sepanjang hidupku harus dijalani dalam keheningan. Aku tidak pernah memakai sepatu hak tinggi. Aku tidak pernah meninggikan suara. Aku bahkan tidak diizinkan tertawa. Semua itu demi mencegah adikku mengalami krisis emosi. Ayahku, Victor, kepala Keluarga Chaniago, sering menggenggam bahuku. Wajahnya dipenuhi rasa bersalah saat berkata, "Sera, kamu anak baik Ayah. Melindungi adikmu adalah tanggung jawab kita. Kamu sehat dan kuat. Kamu pasti bisa sedikit berkorban demi dia, bukan?" Hari itu, aku berada di teras lan
2.2K viewsCompletedAdded to Library 46 Times as hissed
Read
+Library
BOSSY

BOSSY

Ceklek Pintu ruang kerja Han terbuka, menampilkan Han yang sedang tersenyum paksa kepada Ava dengan sudut bibirnya yang mengeluarkan darah. Alana mengerjapkan mata di balik kaca mata bulatnya, ia menatap Han yang tampak berantakan. "Pak Han kenapa--" Bugh! Han tiba-tiba pingsan di hadapan Ava, membuat Ava berteriak kaget karena Deon tiba-tiba muncul dari belakang tubuh Han dan memukul punggung Han dengan keras.
107.1K viewsOn holdAdded to Library 213 Times as hissed
Read
+Library
Betrayal

Betrayal

tanya Victor dengan suara seraknya. Wajah Callis memerah karena dirinya dapat merasakan hembusan nafas Victor di wajahnya. Mulut Callis terbuka, tapi tidak ada suara yang keluar. Callis lalu memilih untuk menutup mulutnya dan mengangguk untuk menjawab pertanyaan Victor. “Aku akan mengatakannya sekali lagi,” bisik Victor masih dengan suara rendah dan seraknya. “Kau terlalu menakjubkan hingga aku tidak bisa mengontrolnya.”
106.1K viewsCompletedAdded to Library 153 Times as hissed
Read
+Library
Hidden Secret

Hidden Secret

Pusat informasi kota merasa bahwa siaran itu hoax dan ilegal, serta berasal dari hacker yang bertujuan untuk menakuti masyarakat. “Cepat.” Semua teknisi dan ahli IT kota mencoba menghentikan siaran itu, namun tidak berhasil. Jelang 15 menit setelah siaran itu, terjadi ledakan di taman kota dan menghancurkan air mancur serta beberapa ornamen kota lainnya.
1011.4K viewsOngoingAdded to Library 330 Times as hissed
Read
+Library
Hati yang Remuk dan Mati

Hati yang Remuk dan Mati

Tangkapan layar pertama adalah pesan suara provokatif yang dikirim oleh Steph, yang berlangsung selama tiga puluh detik. Ketika sekretaris membuatnya, dia dengan hati-hati menambahkan audio. "Aku baru enam bulan kembali, tapi dengan mudahnya dia terpikat padaku." "Dia siapkan kembang api biru malam ini, untukku. Aku nggak suka biru, jadi daripada mubazir, aku berikan padamu saat ulang tahun pernikahanmu." Para tamu langsung gempar, wajah Steph berubah pucat, dan hatinya panik.
36.0K viewsCompletedAdded to Library 934 Times as hissed
Read
+Library
Setitik Hitam

Setitik Hitam

Yura mencurigai ada sesuatu tidak beres di balik kejadian 17 tahun yang lalu. Yura memarkirkan sepeda motornya tak jauh dari tempat tujuannya. Ia sudah berdiri di depan gerbang rumah Tisha, gadis remaja yang mengalami disabilitas autism. Dipandanginya rumah itu tampak sepi. Kemudian ia meraih besi pagar yang fungsinya untuk bel. Ia lalu menggoyang goyangkan besi itu sekali namun tidak ada orang yang keluar. Dua kali sampai berkali kali ia membunyikannya belum ada respon. Tiba tiba Tisha muncul keluar namun tetap berdiri di pekarangan rumahnya tidak menghampiri Yura. “Tidak ada orang! Jangan membunyikan bel!” teriak Tisha
1.8K viewsOngoingAdded to Library 35 Times as hissed
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status