PERMINTAAN GILA KAKAKKU
“Terus, bagaimana? Kakak musti apa?”
“Itu hutang. Harus dibayar, lah.”
“Begitu? Berapa kali sehari memang harusnya?”
“Tiga kali sehari.”
“Baiklah. Jadi, hutang Kakak berapa?”
“65 hari kali 3. 195 kali.”
“Oke. Akan Kakak cicil satu-satu.” Dia menghela napas lelah. “Kakak kasih bonus, lima. Biar pas.”
Aku melirik dan tersenyum lalu menepuk wajah yang menempel amat dekat ini. Eh, tidak. Bukan menepuk tapi membelai sayang.