Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PUTRI PENGUBAH TAKDIR ELYSIA

PUTRI PENGUBAH TAKDIR ELYSIA

Skenario terburuk nomor berapa lagi ini yang harus kualami? Setiap degup jantungku terasa bak genderang perang yang memompa adrenalin hingga ke ujung jari-jariku yang dingin. Aroma amis dan busuk yang menyengat, khas predator lapar yang sudah berhari-hari tidak makan, menusuk hidungku dengan kejam. Ugh, parfum Grimwolf ternyata sebusuk ini. Air liur kental menetes dari taring-taring mereka yang panjang dan runcing, berkilauan mengerikan di bawah sinar bulan yang temaram.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai horrid
Baca
+Pustaka
TRASHY

TRASHY

Dicubitnya pelan lengan si Tino sambil membalas, "ngasal aja kalo ngomong. Kayak kamu kok jadi kandidat ketua OSIS... Ketua kelas 7A lagi..." "Loh-loooh... Waaah... Kurang nonton film horor nih..." masih dengan suara berbisik Tino melanjutkan, "...biasanya setan-setan keluyuran kalo hujan-hujan kayak gini." Tuk!
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai horrid
Baca
+Pustaka
MONSTER

MONSTER

Wah, informasi yang sangat penting. "Lah bukannya nama om lo?" Tanya Irish sambil mengerutkan keninganya, bisa-bisanya dia meladeni ucapan Indri. "Itu Jordi, jauh banget goblin." Fyi, goblin itu plesetan dari goblok. Entah siapa yang memulai tapi itu jadi kata yang sering dipakai dikelasku. "Oh iya, ganteng tuh dia." Seganteng Jenan nggak ya?
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai horrid
Baca
+Pustaka
Greedy

Greedy

Ia mengingat momen-momen absurd bersama Rey dulu. "Na, engga usah liat film horor. Nanti kamu takut lagi," ucap Rey. Naina yang bandel tetap kekeh dengan pendiriannya. Ia sangat suka menonton film bergenre horor. Tetapi, masalahnya bukan pada saat menikmati film. Namun, pada saat sesudah ia menikmati film tersebut. Ia akan merasa sangat ketakutan yang berlebihan. "Sayang, temenin aku turun ke bawah," ucap Naina dengan mengelus-elus tangan Rey.
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 198 kali sebagai horrid
Baca
+Pustaka
ABNORMAL

ABNORMAL

Sungguh hendrata hanya bisa memejamkan mata sambil terus menghujam tubuh Liliana. Sayangnya kenikmatan yang hendrata rasakan tidak bisa di rasakan oleh Liliana. Hendarata tidak melihat bahwa gadis yang di bawahnya merasa kesakitan. Benar sekali Liliana merintih kesakitan saat ini, tetapi karena hendrata memejamkan mata, dan suasana gelap jadi dia pikir Liliana mendesah merasakan kenikmatan juga, padahal Liliana merintih merasakan rasa sakit pada tubuhnya, ketika hujaman demi hujaman handrata semakin menusuk masuk pada tubuhnya. Sakit dan sangat sakit. Tidak ada sedikitpun kenikmatan yang Liliana rasakan saat itu. Liliana kembali menangis dengan pilu. Tubunya benar-benar tidak normal.
9.96.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 199 kali sebagai horrid
Baca
+Pustaka
SaDriS

SaDriS

*** Waktu itu setelah selesai bekerja sadris slalu ke toko Riza untuk menemui Ilmi,tapi Ilmi masih bekerja dan sadris menunggunya di mess. Setelah selesai kerja ilmi menuju mess menemui sadris disana mereka berdua menonton sebuah film ber genre horror... Setelah mereka menonton film itu mereka pun bercerita satu sama lain dan dengan pandangan yang sangat dekat mereka saling bertatapan dan akhirnya bibir mereka berdua saling bersilaturahmi satu sama lain... "Pahit masss" "Iaaa pahit,haha aku juga pertama kali ini mi,jadi baru tau rasanya?
9.62.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai horrid
Baca
+Pustaka
Happier

Happier

Hailee tersenyum masam. "Oh,That Bitch" Bukan rahasia umum lagi kalau Louis sama seperti Hailee. Membenci Rachel dan Celeste dua gadis yang terlalu murahan dan selalu pamer, terutama kebencian Louis memuncak saat Rachel Tanpa permisi mencium nya saat Pesta Halloween kemarin. "Yes,Shawn apa pendapatmu?"
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai horrid
Baca
+Pustaka
PETRICHOR

PETRICHOR

” Ya kurasa aku pria gila jika menyukai Sean. Martin semakin memelototkan matanya. “ What? Kau...kau gila ya....” Pince semakin tertawa menjadi jadi hingga dia memegangi perutnya.” Tentu saja aku pria normal, kau kira aku akan suka dengan sesama pria.” Martin mengelus dada .” Syukurlah kau masih normal, hampir saja kau akan ku bawa ke psikiater untuk diperiksa kewarasannya.”
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai horrid
Baca
+Pustaka
HATI ADINDA

HATI ADINDA

Adinda menjadi panik dan khawatir, kenapa Kairo mimisan lagi apa karena ia tampar siang tadi tapi itu sudah terlambat kenapa baru mimisannya malam hari, sesampainya di kamar Orlin Adinda segera mengetuk dan dibukakan pintu, semuanya tampak panik disana dan membahas mimisan Kairo. Padahal setahu Adinda, Kairo biasa seperti itu dia memang paling sensitive dengan hidunganya, tidak bisa terkena debu yang terlalu, alergi cuaca dingin dan juga cepat sekali mimisan saat dipukul, tidak ada hal yang bahaya lainnya. “Kamu benar tidak lihat Kairo?” Tatap Orlin penuh keseriusan. Adinda menggelengkan kepalanya, “Saya tidak tahu bukankah sama mba Orlin?”
1035.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 961 kali sebagai horrid
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status