Silakan, Urus Putrimu Tanpa Aku
Soni menatap ibunya dengan mengerutkan kening.
"Gak tahu. Kamu beda aja dari Soni yang dulu. Penampilanmu, pemikiranmu, pekerjaanmu juga. Pokoknya ... dibuat takjub, Mama sama perubahanmu. Sini, peluk Mama, dulu."
Soni menyambut uluran tangan Mama, lalu masuk ke dalam pelukan wanita yang telah melahirkannya itu.
Mama mengusap-usap punggung suamiku, lalu mengurai pelukan dan mencium kening putranya itu. Aku yang berada di seberang meja, hanya tersenyum simpul melihat kedekatan Mama dan Soni.