Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan
Pram kembali melanjutkan gerakannya, kali ini dengan empat jari yang melakukan tusukan brutal dan dalam.
Tak hanya itu, lidahnya juga bergerak kaku, meronjok bagian kacang kecil yang menjadi pusat syaraf paling sensitif di pintu kawah gelap Tari.
Perpaduan antara tusukan jari dan jilatan lidah itu membuat pertahanan Tari runtuh seketika.
Tari melentingkan tubuhnya tinggi-tinggi, punggungnya membentuk busur yang indah. "Ahhhh ahhh, oooshhh! Papahhh, aku... a-ku ke-lu-arrrrr! Ahhhhhhhh!"