Nilakandi
Kedua mata Diwana berbinar, ia tersenyum manis ke arah Tama, memohon agar permintaannya diiyakan.
“Kamu tahu, Nana juga minta extra bed untuk dia di sebelah Nilakandi pagi tadi,” ucap Tama setengah tak percaya.
“Jadi? Kamu bolehin?”
“Nggak mungkin, bodoh. Ini ICU, bukan kamar hotel,” ketus Tama.
“Jadi, aku juga nggak boleh?”
“Nggak. Kalian sama gilanya.”
----
Hot Chapters