DIAMNYA ISTRIKU
Aku sampai lupa pada ART-ku itu.
Aku menarik nafas panjang kemudian mengeluarkannya. "Kamu kembali aja deh Ria," kataku sedikit tak ikhlas. Sebab, aku masih membutuhkan tenaganya untuk melakukan pekerjaan rumah. Aku sangat malas bergelut dengan cucian baju, piring, nyapu, ngepel, setrika, aku malas banget dengan kerjaan itu. Mending kerja cari duit daripada harus melakukan pekerjaan rumah. Ogah banget. Capek!
"Ibu serius?" tanyanya.