ARINDA
Tapi, Zayn tak mempedulikannya.
"Apa kau berusaha mati dengan tak makan, heh? Kau ingin menipuku?" desis Zayn tepat di telinga Arinda. Bola matanya terlihat memerah, marah.
Arinda merasakan hujaman di dadanya saat mendapatkan perlakuan kasar dari lelaki yang pernah dicintainya, sangat. Sebulir cairan bening menetes tanpa bisa dicegahnya, Zayn masih mencengkeram rahangnya kuat. Dia ingin berbicara tapi tak bisa. Jadi, hanya kepalanya yang menggeleng dengan pelan.
Hot Chapters