Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Santet Pengantin

Santet Pengantin

Hujan pun turun dengan lebatnya, menambah hening suasana. 'Subhanallah, kenapa mendadak hujan angin kaya gini ya? Mana ada suara anjing melolong lagi, bikin merinding. Hii.' Arga menyilangkan kedua tangannya di dadanya untuk mengusir ketakutannya dan rasa dingin yang terasa menusuk hingga ke dalam tulang.
1017.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 562 kali sebagai hujan angin
Baca
+Pustaka
Dalam Dekap Hangat Bos Dinginku

Dalam Dekap Hangat Bos Dinginku

ajak Lisa. Ruangan kamarnya mendadak terasa menyempit ketika Lisa sadar ia hanya berdua saja dengan pria yang memiliki tubuh tinggi tegap itu. Sementara hujan kian menderu di luar sana disertai angin kencang. “Padahal ini bukan musim hujan, kan?” kata Lisa sambil menyeduh teh. “Sepertinya teori angin muson barat dan angin muson timur yang mempengaruhi musim di Indonesia sudah tidak relevan lagi,” sahut pria itu seraya tertawa lirih.
1042.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai hujan angin
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
Sophia Setiawan
cerita yang luar biasa serta akhir yg bahagia dan selalu menginspirasi.. makasih kak Indy karya karyamu selalu the Best. dan selalu menunggu karya karyamu selanjutnya. tetap sehat, semangat dan selalu bahagia..
Senja jingga
Suka novel ini. Aku jg suka cara penyampaian authornya. Bisa nyampe gitu perasaan tokohnya. Trs bahasanya jg bagus bgttt. Btw novel ini tuh tiap episode sllu bikin penasaran. Author update 3 bab atau 5 bab aja bikin ngerasa ga sabar mau baca lg wkwk saking nagihnya...
Baca Semua Ulasan
Wanita Rebutan

Wanita Rebutan

Desiran angin kencang dimalam hari dengan disertai hujan deras membuat suasana hati Anya ikut terombang-ambing. Anya menatap jendela tanpa tertutup tirai jendela. Terlihat, jendela tersebut dibasahi oleh aliran air hujan hingga berembun. Huf....
102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai hujan angin
Baca
+Pustaka
Let Me Go, Mr. CEO!

Let Me Go, Mr. CEO!

Angin semilir yang meniupkan dedaunan yang berjatuhan dari atas pohon, membawa serta titik embun yang turun dari langit. Udara dingin yang kemudian disusul oleh hujan telah menjadi kebiasaan di Jakarta beberapa hari ini. Hari ini Audriana terlihat cantik sekali, meskipun gaun hitam yang sedang ia kenakan sangat kental dengan nuansa berkabung yang muram.
1054.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai hujan angin
Tampilkan Ulasan (5)
Baca
+Pustaka
raisa regina
Awal bacanya serem takut2 tapi penasaran wkwkwk eh ternyata bucin juga ya Jaxton hihi how sweet jadi senyum2 bacanyaaa hahahahahahah. Semangat update nya ya thor, plis yg banyaaaakkk, penasaraaaaann wkwkwk
Nuada Airlangga
lebih gila dr sebelumnya,apa kehidupan sperti itu ada didunia nyata kak?smpek geleng2 kepalaku,awal nya benci dgn tokoh utama Bru bab 12 benci itu memudar dgn sendirinya.imajinasi kakak luar biasa,terkadang kita bisa bercerita krna kisah sendiri,crita dr orang lain atau dr membaca trus bisa kita
Baca Semua Ulasan
Fragmen di Bawah Hujan

Fragmen di Bawah Hujan

Dari balik cermin, bayangan Rendra mulai memudar, namun suaranya terdengar pelan, seperti desiran angin yang menyusup di antara daun pintu: "Aira… jangan percayai api… percayalah pada hujan." Kilat kembali menyambar, dan kali ini jendela pecah. Angin masuk membawa air hujan yang langsung membasahi buku catatan di lantai. Aira menjerit kecil, mencoba menutup jendela, tapi pandangannya tertarik oleh sesuatu di luar.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai hujan angin
Baca
+Pustaka
Lari dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan CEO Dingin

Lari dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan CEO Dingin

Langit menggelap nyaris hitam, awan menggantung berat, dan angin mulai menerpa dedaunan dengan liar. “Sienna, lihat cuacanya. Setidaknya tunggulah sebentar sampai cuaca kembali cerah.” Sienna mengencangkan genggaman di tali tasnya. “Aku bukan tamu kehormatan yang harus ditahan karena cuaca buruk. Ini hanya hujan.” “Angin bertiup seperti sedang marah pada dunia,” tukas Sebastian. “Jangan sok tangguh.”
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai hujan angin
Baca
+Pustaka
Pendekar Titisan Naga Langit

Pendekar Titisan Naga Langit

Melihat air hujan yang berjatuhan dari atap bangunan dan membuat sedikit percikan ketika menimpa benda di bawahnya. Hujan yang semakin lama bukannya mereda, namun semakin bertambah lebat dan mendatangkan angin kencang yang kemudian memberantakan helaian rambut keduanya, mencoba mengusik keheningan di antara dua kehidupan yang mungkin bisa menghangatkan keadaan dengan sepatah atau pun dua patah kata. Bukannya hanya terdiam dan membiarkan cekungan di jalanan sekitar tempat mereka berteduh tergenang dengan air.
866 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai hujan angin
Baca
+Pustaka
Warisan Darah Langit

Warisan Darah Langit

Wyvern membentangkan sayapnya di detik terakhir. BAM! Mereka tidak menabrak air, tapi meluncur tepat di atas permukaan ombak, menghindari sambaran tentakel air yang meleset hanya beberapa meter di atas kepala mereka. Mereka memasuki wilayah badai. Hujan di sini bukan air tawar. Hujan ini adalah air asam yang membakar kulit. Anginnya membawa bisikan-bisikan gila dari masa lalu.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai hujan angin
Baca
+Pustaka
Playboy Kampus

Playboy Kampus

Rambut cewe itu melambai-lambai dibawa angin. “Dua hari yang lalu, bertepatan dengan hujan,” lanjut Beryl. “Iya. Sekarang memang sedang memasuki musim hujan,” kata Widya. “Untung saja hari ini cerah,” “Kemarin juga cerah,” “Kalau hujan, jadi sedikit merepotkan." “Iya. Bisa sedikit menghambat aktivitas.” Tanpa sadar mereka berjalan melangkah keluar terminal.
109.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 189 kali sebagai hujan angin
Baca
+Pustaka
GAGAL MENIKAH KARENA ORANG KETIGA

GAGAL MENIKAH KARENA ORANG KETIGA

Terimakasih, Tuhan untuk cinta yang Engkau hadirkan kepada kami, hamba penikmat dosa. Aku kembali menatap hujan yang semakin deras. Hawa dingin menusuk seperti menembus hingga tulang-tulang padahal kami sudah memakai jaket. Awan berkabut tebal terasa sangat dekat. Petir menyambar membuat aku dan Andin meloncar masuk rumah. "Angin kencang, Yum. Masuk kamar yuk!" ajaknya.
1065.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai hujan angin
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status